Pages

Selasa, April 03, 2012

Daun Sirih Datang, Bau Badan Hilang

TANAMAN sirih (Piper betle L) merupakan tanaman yang banyak terdapat di Indonesia dan digunakan sejak dulu. Kita mungkin masih ingat ketika nenek kita memakan daun sirih, dan mengeluarkan cairan berwarna merah.

Kebiasaan tersebut, sepintas memang menjijikkan. Namun sebenarnya, daun dari tanaman ini memang memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah untuk menghilangkan bau badan. Bau badan, timbul akibat bakteri dan jamur yang dipicu oleh keringat, sehingga menghasilkan bau yang tidak sedap. Bau ini juga muncul akibat badan kurang bersih, seperti orang yang sering berkeringat karena tinggal di daerah tropis, namun jarang mandi.

Orang dengan bau badan, bukan hanya akan membuat minder (rendah diri) atau tidak PD, tetapi juga bisa mengganggu hubungan dengan orang-orang di sekitar kita. Minimal, anak kita akan menutup hidung sambil mengatakan, ‘’ahhh bau... Mandi dulu sana.....’’

Namun dalam beberapa kasus, bau badan tersebut tidak bisa hilang hanya dengan mandi. Perlu perawatan lain, salah satunya dengan menggunakan daun sirih.

Setelah mencari-cari di Internet dan bertanya kepada beberapa tetua, saya menemukan beberapa artikel tentang pemanfaatan daun sirih. Dalam beberapa artikel tersebut diuraikan secara ringkas dua cara pemanfaatan daun sirih, yakni diminum dan untuk mandi.

Diminum
1.    Sediakan 6 lembar daun sirih dan air bersih sebanyak dua gelas.
2.    Cara pembuatan adalah dengan merebus daun tersebut dalam dua gelas air, hingga tersisa 1 gelas air. Selama merebus, panci yang digunakan harus dalam keadaan tertutup rapat.
3.    Minum satu gelas air rebusan tersebut, setiap sore atau siang hari. Konsumsi air rebusan ini cukup sekali dalam sehari.

Untuk Mandi
1.    Sediakan 20 lembar daun sirih.
2.    Cara membuatnya, rebus daun tersebut dengan air secukupnya dan gunakan air rebusannya untuk mandi 2 kali sehari secara teratur.

Sabtu, Maret 10, 2012

Mencerahkan Kulit dengan Bengkuan

BANYAK  di antara kita tentu mengenal bengkuang atau bengkoang (Pachyrhizus erosus). Bagian yang kadang-kadang kita anggap sebagai buah, sebenarnya adalah umbi (cormus). Bagian ini sering kita jadikan bagian dari rujak dan asinan. Banyak juga yang menjadikan bengkuang sebagai masker untuk menyegarkan wajah dan memutihkan kulit. Tumbuhan yang berasal dari Amerika tropis ini, termasuk dalam suku polong-polongan atau Fabaceae. Di tempat asalnya, tumbuhan ini dikenal sebagai xicama atau j√≠cama.
Orang Jawa menyebutnya sebagai besusu (Wikipedia).

Manfaat bengkoang untuk mencerahkan kulit, ternyata bukan hanya mitos Hal ini dijelaskan oleh Mary Lupo MD, spesialis kulit bidang klinis di Tulane University School of Medicine. Bahan ini biasa ditemukan dalam masker, lulur, pelembab, dan lotion.

Dalam penelitian ‘’The Exploration of Whitening and Sun Screening Compounds in Bengkoang Roots (Pachyrhizus erosus)’’ oleh Endang Lukitaningsih dari Universitat Wurzburg, Jerman, disebutkan bahwa umbi ini mengandung vitamin C, flavonoid, dan saponin yang merupakan tabir surya alami untuk mencegah kulit rusak oleh radikal bebas. Zat fenolik di dalamnya juga efektif menghambat proses pembentukan melanin, sehingga pigmentasi akibat hormon, sinar matahari, dan bekas jerawat dapat dicegah dan dikurangi.

Kini manfaat bengkuang untuk memutihkan kulit dapat diperoleh tanpa harus bersusah payah, Cukup dengan memanfaatkan sabun alami dari bahan-bahan herbal, kulit anda bisa lebih putih dibanding sebelumnya. Dengan bahan herbal ini, kulit anda juga akan menjadi lebih sehat. Produk ini aman, karena tidak mengandung bahan kimia berbahaya. Bahkan sebelum diedarkan, sabun ini telah mendapatkan izin dari Depkes RI.

Jumat, Maret 02, 2012

Kita Menuju Kepunahan ?

Oleh Purwoko Adi Seno

“My ninth grade science teacher once told me...
that if you put a frog in boiling water, it'll jump out.
But if you put it in cold water and heat it up gradually,
it'll just sit there and slowly boil to death.”
“What's that, Harry? Your recipe for frog soup?”
“It's my recipe for disaster.”

(“Guru ilmu alam di kesembilan kelas saya pernah mengatakan, bahwa jika anda menaruh seekor katak dalam air mendidih, dia akan langsung melompat keluar. Tetapi jika Anda memasukkannya ke dalam air dingin dan kemudian dipanaskan secara bertahap, katak itu hanya akan duduk di sana dan perlahan mendidih sampai mati.”
“Apa itu, Harry? Resep untuk sup katak?”
“Ini resep saya untuk bencana.”)


ITULAH sebuah penggal percakapan pakar gunung api Dr Harry Dalton yang diperankan Pierce Brosnan dan Wali Kota Dante's Peak, Rachel Wando yang diperankan Linda Hamilton. Mereka bermain dalam film Dante's Peak.
Disadari atau tidak, resep bencana ala Pierce Brosnan tersebut, kini sedang terjadi di muka bumi. Bahkan celakanya, jika saat ini tak berupaya, kita tidak akan menjadi orang yang memasukkan katak ke dalam panci, melainkan kitalah yang akan menjadi si katak malang itu.
Tanda-tanda bahwa kita sedang menuju sebuah bencana besar, sebenarnya sudah mulai nampak saat ini. Berkali-kali, alam mempertontonkan perilaku tidak wajar. Angin puyuh bertubi-tubi menghantam berbagai wilayah di Pulau Jawa, Januari 2012 lalu adalah salah satunya.
Seperti diberitakan Kantor Berita Radio Nasional (KBRN) atau Radio Republik Indonesia (RRI) Minggu, 29 Januari 2012 lalu, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan bahwa telah terjadi peningkatan puting beliung akibat pemanasan global dan perubahan iklim.
Pemanasan global, menurut dia menyebabkan volume awan Cumulus Nimbus (awan penghasil hujan) juga meningkat. Awan tebal kehitaman inilah yang memproduksi angin puting beliung.
Bukti lain bahwa pemanasan global sedang terjadi dan banyak diteliti oleh para ahli, adalah pencairan es di kutub. Mungkin kita membayangkan bahwa pencairan itu berlangsung pelan, seperti ketika kita memasukkan es batu ke dalam teh.
Namun kenyataannya, peluruhan Beting Es Wilkins di Antartika, 28 Febuari 2008 lalu tidaklah seperti itu. Seperti dipublikasikan Antaranews.com (http://www.antaranews.com), Kamis, 27 Maret 2008, pulau es seluas 13.000 km persegi itu tiba-tiba pecah, dan 415 km persegi di antaranya masuk ke laut.
Volume es di kutub yang kian berkurang, jumlah air tawar yang masuk ke samudra juga meningkat. Hal itu mengakibatkan tingkat keasinan (salinitas) air laut juga berkurang.
Air laut yang makin tidak asin ini, menyebabkan arus laut juga berubah. Padahal arus tersebut membawa aliran air hangat ke wilayah yang lebih dingin, atau sebaliknya sehingga mempengaruhi cuaca di berbagai belahan dunia. Itu pula yang menyebabkan alam mempertontonkan perilaku yang tidak wajar, salah satunya salju yang turun di musim panas di Australia, Senin 20 Desember 2010 lalu.
Seperti dipublikasikan Kompas.com (http://sains.kompas.com/), saat itu matahari sedang berada di selatan katulistiwa. Karena itulah seharusnya benua Kanguru sedang mengalami musim panas. Namun pada cuaca yang seharusnya cerah itu, tiba-tiba berubah karena salju turun.
Dampak lain yang dirasakan oleh penduduk di negara-negara tropis, termasuk Indonesia adalah peningkatan permukaan air laut, hujan yang makin ekstrem, dan puting beliung yang kian sering terjadi.
Kenaikan permukaan air laut, bukan hanya menyebabkan pulau-pulau kecil tenggelam, tetapi juga membuat rob di wilayah pesisir makin tinggi dan sering terjadi.
Hujan yang makin ekstrem, dipadu dengan kerusakan lingkungan, menimbulkan banjir yang makin besar dan bisa mematikan. Hujan juga bisa memicu longsor, terutama di wilayah pegunungan dan perbukitan.
Rentetan peristiwa menuju ke kehancuran itu masih berlanjut. Berbagai bencana tersebut, bukan hanya mengancam secara langsung pada keselamatan manusia.
Banjir juga mengancam ketahanan pangan kita. Jika banjir melanda daerah-daerah pertanian, maka bisa jadi kita akan mengalami krisis pangan akibat banyak sawah yang gagal panen.
Dari sektor kelautan pun, pemanasan global mengancam sumber-sumber perikanan. Ketika atmosfer bumi menghangat, terumbu karang juga akan terpengaruh. Terumbu karang adalah spesies yang sangat sensitif terhadap perubahan suhu dan salinitas (keasinan). Apabila suhu naik 2 derajat saja, mereka akan mati.
Para ilmuwan telah memperkirakan, bahwa dalam 20 tahun mendatang, Great Barrier Reef akan kehilangan seluruh terumbu karang. Padahal, terumbu karang memiliki fungsi sangat penting dalam ekosistem laut, yakni sebagai tempat hidup ikan yang banyak dibutuhkan manusia dalam bidang pangan.
Selain bencana-bencana tersebut, pemanasan global juga memunculkan berbagai penyakit. Menurut data Organisasi Kesehatan dunia (WHO), seperti dipublikasikan Kompas.com (http://nasional.kompas.com/), Sabtu, 15 November 2008 lalu, bahwa telah muncul 30 penyakit baru.
Dalam berita itu, Staf Khusus Menteri Lingkungan Hidup, Amanda Katil Niode mengatakan peningkatan penyakit ini akibat temperatur bumi terus meningkat. Penyakit-penyakit tersebut, antara lain demam berdarah, kolera, diare, disusul virus ebola yang sangat mematikan.
Selain berbagai dampak tersebut, ada satu fakta mengerikan, yaitu bahwa pemanasan global ternyata mengalami percepatan. Seperti telah diketahui, pemanasan global menyebabkan es di kutub kian cepat mencair. Seperti dipublikasikan Okezone.com (http://techno.okezone.com), Kamis, 25 Agustus 2011 lalu, sebuah penelitian menggunakan model komputer terbaru yang dipimpin ilmuwan dari Department of Energy’s Lawrence Berkeley National Laboratory menemukan, pencairan es menyebabkan kawasan kutub bisa beralih fungsi dari penyimpan karbon menjadi sumber penghasil karbon dioksida. Karbon tersebut, sebelumnya tersimpan dalam bentuk beku. Namun akibat pemanasan global, karbon tersebut akan menguap kembali ke atmosfer.
Padahal, karbon merupakan salah satu gas yang bisa menyebabkan efek rumah kaca dan menyebabkan bumi menghangat. Demikian seterusnya, hingga seperti bola salju yang kian membesar ketika menggelinding turun.

Apa Itu ?
Lalu apakah sesungguhnya pemanasan global itu ? Wikipedia (http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global) menggambarkan, suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat selama seratus tahun terakhir.
Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) atau panel pemerintah untuk perubahan iklim menyebutkan, sejak 1990 hingga 2100 akan terjadi peningkatan suhu 1.1 °C hingga 6.4 °C.
IPCC menyimpulkan, sebagian besar peningkatan suhu global tersebut disebabkan peningkatan konsentrasi gas-gas rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidak-tidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademisi sains nasional dari negara-negara G8 (Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Britania Raya, Amerika Serikat, Kanada, dan Rusia.)
Peningkatan suhu secara global ini, terjadi akibat efek rumah kaca dari gas-gas yang menghalangi pancaran balik panas dari bumi ke luar angkasa. Seperti diketahui, segala sumber energi di Bumi berasal dari Matahari. Sebagian besar energi tersebut berbentuk radiasi / pancaran gelombang pendek, termasuk cahaya tampak.
Ketika cahaya ini sampai ke permukaan Bumi, dia menjadi panas yang menghangatkan Bumi. Permukaan Bumi akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya.
Sebagian dari panas ini berwujud radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. Namun akibat terhalang gas-gas rumah kaca, sebagian panas terperangkap di atmosfer bumi dan menjaga bumi tetap hangat.
Dalam kondisi normal, keberadaan gas-gas rumah kaca, termasuk uap air, karbon dioksida, sulfur dioksida, dan metana sangat penting, untuk menjaga suhu bumi agar tetap pada rata-rata 15 °C.
Tanpa gas-gas seperti ini, bumi tidak bisa dihuni oleh manusia karena pada siang hari suhunya bisa mencapai lebih dari 33 °C dan malam hari -18 °C. Namun dalam beberapa tahun terakhir ini, di atmosfer telah terjadi peningkatan konsentrasi gas rumah kaca, sehingga menyebabkan bumi makin panas.
Hal itu antara lain terjadi akibat makin banyak pabrik-pabrik yang berdiri, demikian pula dengan jumlah kendaraan dan penggunaan tenaga listrik. Semua itu merupakan konsekuensi dari pertambahan penduduk dunia.
Pengaruh peningkatan gas CO2 di atmosfer, sebenarnya dikurangi jika di lingkungan kita banyak terdapat pohon. Seperti diketahui, proses fotosintesis pada tanaman memanfaatkan gas CO2 dan memproduksi oksigen.
Namun sayangnya, kebutuhan akan kayu dan lahan, menyebabkan pembalakan merebak. Hutan sering tidak dilihat sebagai penyangga kehidupan, melainkan lumbung-lumbung ekonomi yang bisa dikeruk semaksimal mungkin.
National Geographic Indonesia, Senin 31 Januari 2011 lalu memberikan sebuah gambaran menarik, yakni kesadaran publik, baik personal maupun organisasi mengenai pentingnya hutan telah meningkat. Namun ironisnya, angka penebangan hutan tropis, ternyata tidak menunjukkan penurunan.
Analisis FAO (Food and Agriculture Organization) menunjukkan kalau penebangan hutan hujan tropis naik sebanyak 8,5 persen pada periode 2000-2005. FAO memperhitungkan kurang lebih ada sekitar 10 juta hektare hutan tropis yang telah rusak secara permanen.
Dalam data. tertera bahwa Indonesia menyumbang 17 persen dalam deforestasi ini. Hampir 2 juta hektare areal hutan yang ditebangi dalam jangka lima tahun tersebut.
Hutan hujan tropis merupakan ekosistem yang amat penting karena berperan sebagai rumah bagi separuh dari spesies tumbuhan dan hewan di muka bumi. Ancaman bagi hutan hujan tropis artinya ancaman pula bagi keanekaragaman hayati di Bumi. Hutan juga membantu pemeliharaan iklim, dengan mengatur gas-gas pada atmosfer serta mempertahankan stabilitas siklus air.


Kembali ke Alam
Dengan semua kenyataan itu, adakah upaya yang bisa dilakukan oleh manusia. Upaya yang bisa kita lakukan ternyata cukup banyak, mulai dengan memanfaatkan lahan di sekitar rumah untuk tanaman.
Dalam skala lebih luas, gerakan penanaman pohon untuk menghijaukan daerah kritis juga perlu dilakukan. Gerakan ini, seharusnya tidak hanya menjadi acara seremonial. Tanaman yang telah ditanam, mestinya juga dirawat hingga tumbuh besar dan memberikan manfaat.
Selain penghijauan, upaya lain yang bisa dilakukan adalah memperkuat kemampuan angkutan umum massal. Dengan angkutan ini, seharusnya penggunaan kendaraan pribadi bisa dikurangi, sehingga gas-gas pencemar  yang dikeluarkan juga berkurang.
Upaya lain yang bisa dilakukan adalah menghemat penggunaan listrik. Semakin banyak kita menggunakan listrik, berarti semakin banyak pula arus yang harus diproduksi oleh pembangkit. Padahal, sebagian besar pembangkit listrik di Indonesia, masih menggunakan bahan bakar fosil berupa batu bara atau solar. Sehingga, semakin banyak listrik digunakan, semakin banyak pula pencemaran yang terjadi.
Pertanyaan selanjutnya, akankah kita hanya diam seperti katak yang direbus. Ataukah kita sudah harus melompat, walaupun air dalam panci belum terlalu panas. (Dari berbagai sumber)

Selasa, Februari 14, 2012

Google, Indahnya Kebersamaan di Hari Valentine



HARI ini 14 Februari 2012, banyak di antara kita yang merayakan sebagai Hari Valentine atau hari kasih sayang. Lepas dari sejarah serta pro dan kontra dari sudut pandang agama, kasih sayang adalah milik umat manusia, tanpa memandang suku, agama, keyakinan, ras, suku bangsa, golongan, serta pandangan politik.

Hari kasih sayang, bukan berarti kasih sayang hanya diberikan pada hari itu. Tetapi bahwa adanya hari itu, merupakan sebuah peneguhan bahwa kasih sayang itu masih ada di muka bumi. Ini seperti peringatan hari kemerdekaan, yang memiliki makna bahwa pada hari itu kemerdekaan diteguhkan keberadaannya, bukan kita hanya bisa merdeka pada hari itu.

Kasih sayang, juga bukan melulu cinta pada pacar atau kekasih, tetapi bisa kepada siapa saja. Berikut beberapa unsur yang sering ada dalam cinta antar pribadi.

©       Kasih sayang: menghargai orang lain.
©       Altruisme: perhatian non-egois kepada orang lain (yang tentunya sangat jarang kita temui sekarang ini).
©       Reciprocation: cinta yang saling menguntungkan (bukan saling memanfaatkan).
©       Komitmen: keinginan untuk mengabadikan cinta, tekad yang kuat dalam suatu hubungan.
©       Keintiman emosional: berbagi emosi dan rasa.
©       Kekerabatan: ikatan keluarga.
©       Physical intimacy: berbagi kehidupan erat satu sama lain secara fisik, termasuk di dalamnya hubungan seksual.
©       Pelayanan: keinginan untuk membantu dan atau melayani.

Ada satu lagi unsur yang kerap ada dalam kasih sayang, yakni kebersamaan. Ini pula yang pada 14 Februari 2012 ini digambarkan oleh Google dodle, dalam animasi flash. Dalam animasi tersebut digambarkan ada seorang anak perempuan yang sedang bermain lompat tali.

Ketika pacarnya datang membawa bunga, anak perempuan tersebut cuek saja. Demikian pula ketika pacarnya membawakan berbagai hadiah lain. Si pacar yang hampir putus asa, kemudian datang dengan membawa tali. Dia pun mengikuti si anak perempuan bermain tali.

Saat itulah si anak perempuan malah berhenti, memperhatikan pacarnya sejenak, dan kemudian memeluknya. Sesaat kemudian, mereka bermain besama. Animasi tersebut memberikan gambaran pada kita, bahwa kebersamaan lebih penting dibanding berbagai hadiah yang diberikan. (*)

Selasa, Februari 07, 2012

Sahabat Tak Akan Terlupakan

DUA pemuda Australia, John Rendall dan Anthony ‘’Ace’’ Bourke, pada 1969 melihat seekor anak singa dijual di toko serba ada Harrods di London, Inggris. Mereka kemudian memutuskan untuk membeli anak singa yang kemudian diberi nama Christian itu dengan harga 250 guineas.

Bersama teman mereka, Jennifer Mary Taylor and Unity Jones, Bourke dan Rendall berusaha sebaik mungkin untuk merawat Christian. Bourke dan Rendall sangat akrab dengan singa itu. Seperti saudara, mereka sering bermain bersama dan saling memeluk.

Christian pun tumbuh, dan pada saat kucing besar itu berumur setahun, Bourke dan Rendall mengerti, bahwa Christian tidak dapat terus berada di London. Ketika Bill Travers dan Virginia McKenna, bintang dalam film ‘’Born Free’’ mengunjungi Rendall dan Bourke, mereka bertemu Christian.

Kedua bintang film itu kemudian menyarankan kedua pemuda itu meminta bantuan George Adamson, seorang konservasionis di Kenya. Adamson bersama-sama Joy, istrinya juga telah melepaskan singa betina bernama Elsa ke alam liar di kompleks-nya di Kora National Reserve.

Upaya pengembalian Christian ke alam bebas pun dilakukan. Selama dalam penangkaran, Rendall dan Bourke masih sering mengunjungi sahabatnya itu. Mereka juga mengantarkan Christian, saat akan berangkat menuju ke alam kebebasan.

Pada 1971, Rendall dan Bourke mendapat kabar dari Adamson, bahwa pengembalian Christian ke alam bebas telah sukses. Kisah itu juga dilaporkan dalam beberapa artikel surat kabar. Setahun kemudian, Rendall dan Bourke memutuskan berkunjung ke Kenya, untuk bertemu Christian.

Saat itulah detik-detik mengharukan itu terjadi. Sebelum pertemuan itu, Adamson telah memperingatkan Rendall dan Bourke, bahwa mungkin Christian tidak mengingat mereka. Namun rupanya, kenyataan berbicara lain.

Ketika Christian melihat kedua sahabatnya itu datang, dia mendekat dengan pelan-pelan. Namun ketika mengetahui bahwa yang datang adalah Rendall dan Bourke, singa itu dengan cepat melompat dan memeluk mereka. Ketiganya juga bercanda, seperti saat mereka masih berada di London. 

Bukan Cuma itu, seperti manusia, Christian juga memperkenalkan ‘’istri-istrinya’’. Mereka adalah singa betina bernama Mona dan Lisa. Christian juga memperkenalkan anak angkatnya, bernama Supercub.

Pada 1974, beberapa surat kabar melaporkan bahwa Christian telah memiliki anak sendiri. Rendall dan Bourke yang kemudian kembali mengunjungi para singa itu, juga mendapati bahwa Christian masih mengenali mereka.

Sahabat Sejati

Kisah tersebut, selayaknya membuka mata kita, bahwa di dunia ini ternyata masih ada persahabatan. Persahabatan adalah istilah yang menggambarkan perilaku kerja sama dan saling mendukung, antara dua atau lebih entitas sosial.

Di dalamnya, terdapat pula beberapa ciri kasih sayang, seperti kecenderungan untuk menginginkan yang terbaik bagi satu sama lain, simpati dan empati, kejujuran, dan saling pengertian. Seperti ditulis Wikipedia, sahabat akan menyambut kehadiran sesamanya dan menunjukkan kesetiaan satu sama lain. Bahkan tingkat kesetiaan itu bisa mencapai pada altruisme.

Altruisme adalah perhatian kita terhadap kesejahteraan orang lain, tanpa memperhatikan diri sendiri. Altruisme adalah lawan dari sifat egois, yang mementingkan diri sendiri. Altruisme memusatkan perhatian pada motivasi untuk membantu orang lain dan keinginan untuk melakukan kebaikan, tanpa memperhatikan ganjaran.

Inilah yang tergambar dalam kisah Christian. Bourke dan Rendall yang telah merawat Christian dengan kasih sayang, memahami benar bahwa sahabatnya itu akan lebih baik hidup di habitatnya, bersama singa-singa lain. Karena itu pula, kedua pemuda itu kemudian melepas sahabatnya.

Sebaliknya, bagi Cristian, kasih sayang yang dia dapatkan dalam persahabatannya dengan Bourke dan Rendall juga tidak akan pernah dilupakan. Dua kali reuni dengan kedua sahabat manusianya itu adalah buktinya. Bahkan, Christian juga memperkenalkan ‘’keluarga’’ barunya kepada Bourke dan Rendall.

Dari kisah ini, kita belajar bahwa untuk sebuah persahabatan, apapun akan dilakukan. Sahabat akan saling membantu. Dalam persahabatan, masih-masing entitas sosial yang terlibat akan meninggalkan sifat egoisme. Nah....., kalau sudah begitu, kita tentu akan bisa membedakan, siapa sahabat dan siapa orang-orang yang hanya sekadar rekan, namun jelas bukan sahabat. Yang pasti, seorang sahabat tidak akan ‘’menerkam’’ sahabatnya. (*)

Senin, Januari 30, 2012

Ekor Iggy Hantam Jawa


Iggy
Tropilcal Cyclone Iggy di Tenggara Australia atau Selatan Indonesia (Samudra Hindia), difoto oleh satelit NASA. (ScienceDaily, Jan. 27, 2012)

JAUH sebelum tahun 2012 ini tiba, telah banyak yang meramalkan bahwa penduduk bumi (termasuk Indonesia) bakal menghadapi berbagai bencana. Tabloid Bintang.com (http://www.tabloidbintang.com), Kamis, 22 Desember 2011  lalu juga menurunkan tulisan Eka Pratiwi, tentang buku "Amazing 2012" yang ditulis Naomi Angelia, seorang gadis indigo yang memiliki kelebihan untuk melihat masa depan. Dalam buku itu, Naomi antara lain menulis bahwa tahun ini akan terjadi berbagai bencana, termasuk badai yang memporak-porandakan segalanya.
Jika pandangan Naomi ditafsirkan, pada Januari 2012 di Indonesia bakal terjadi banyak badai. ‘’Waspadalah, jika pada siang hari yang panas tiba-tiba terdengar suara halilintar. Itu bertanda bencana akan tiba,’’ kata Naomi memberikan peringatan dan meminta manusia lebih mendekatkan diri kepada Tuhan.
Seiring perjalanan waktu, rupanya ‘’ramalan’’ gadis berusia 15 tahun itu mulai mengejawantah.  Dalam empat hari, sejak 25 hingga 29 Januari 2012 lalu, berbagai wilayah di Jawa dan Bali diobrak-abrik angin ribut. Seperti dirilis Republika.co.id, Minggu 29 Januari 2012, Posko Badan Nasional
Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 35 kabupaten/kota di Jawa dan Bali yang telah diaduk-aduk oleh angin puting beliung.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, bencana itu mengakibatkan 14 orang meninggal, 60 orang luka-luka, dan 2.364 rumah rusak. Mereka tersebar di berbagai kota, yakni 3 di Tabanan, 3 orang di Purbalingga, 2 orang di Kediri, 2 orang di Banyumas, serta di Jakarta Selatan, Wonosobo, Ciamis, dan Pasuruan masing-masing seorang. Kerusakan rumah yang terparah terjadi Kepulauan Seribu, Banyumas, Banjarnegara, dan Situbondo.
Menurutnya, bencana itu dipengaruhi siklon tropis Iggy yang mulai terbentuk Kamis (26/1/2012) lalu di selatan Nusa Tenggara dan Bali. Pendapat Sutopo tersebut juga dikonfirmasi oleh citra satelit di situs BMKG. Dalam citra tersebut terlihat awan menyelimuti hampir seluruh Indonesia. Terlihat pula, arus angin dari arah utara (Filipina) dan Selatan (Australia) melalui Sumatera dan Kalimantan, akan ‘’berlomba-lomba’’ masuk ke Jawa, dengan kecepatan 10 – 25 knot. (1 knot= 1.852 km per jam). Bisa dibayangkan, betapa angin kencang menderu-deru dan merangsek ke Indonesia. Bukan hanya puting beliung, angin seperti ini juga bakal mengakibatkan gelombang tinggi.
Ketinggian gelombang di Laut Jawa pada musim hujan yang biasanya hanya 3,5 meter, kala itu bisa mencapai lebih dari 4 meter. Akibatnya, gelombang tinggi yang disertai angin kencang menerjang perkampungan nelayan di Tambaklorok, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang. Sebanyak 18 rumah rumah rusak dan 620 rumah lainnya terendam air laut.
Amukan gelombang, juga melanda pantai selatan Jawa. Ketinggian gelombang laut di Samudra Indonesia (Samudra Hindia) yang umumnya maksimal mencapai empat meter, pada Januari 2012 ini bisa mencapai tujuh meter. Sungguh sebuah peningkatan yang ekstrem.
Pada rentang waktu April – Oktober, di mana posisi matahari berada di selatan Katulistiwa, sebagian besar wilayah Indonesia, terutama Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara memang berada dalam musim hujan. Pada saat-saat semacam itu, badai tropis memang kerap tumbuh, berkembang, dan akhirnya mati di Samudra Hindia.
Saat menjabat sebagai Kepala BMG Jawa Tengah, Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Dr Widada Sulistya DEA  pernah mengatakan bahwa badai-badai seperti itu, umumnya tidak akan berdampak langsung pada Indonesia. Dalam ‘’pelajaran’’ yang masih penulis ingat hingga kini tersebut, badai tropis cenderung tak menjamah Indonesia, karena negeri ini berada di Katulistiwa. Kawasan tersebut dipengaruhi oleh gaya coriolis atau gaya perputaran bumi. Sehingga setiap badai tropis yang mendekat, akan kembali menjauhi Indonesia menuju ke Australia.
Namun demikian, ‘’ekor’’ badai tersebut tetap bisa ‘’menyabet’’ berbagai wilayah di Indonesia, sehingga menimbulkan hujan lebat, petir yang sambung menyambung, dan angin kencang. Bagi Indonesia, peristiwa semacam ini cukup bisa memicu bencana, seperti banjir, longsor, dan puting beliung.
Lalu bagaimana seandainya peristiwa luar biasa terjadi dan badai tropis justru terjadi di Indonesia ?
Kita tidak bisa mengatakan, peristiwa semacam ini mustahil, karena fakta telah menunjukkan bahwa peristiwa semacam itu adalah sebuah keniscayaan. Situs Meteo BMKG mencatat, 27 April 2009 lalu terjadi peristiwa yang sangat langka, yakni ketika tumbuh siklon tropis Kirrily di atas Kepulauan Kai, Laut Banda. Kirrily menyebabkan hujan lebat dan storm surge (gelora badai) di wilayah ini.
Tercatat puluhan rumah rusak dan puluhan lainnya terendam, jalan raya rusak, dan gelombang tinggi terjadi dari 26 hingga 29 April. Curah hujan tercatat per 24 jam yang tercatat adalah di Tual adalah sebanyak 20mm, 92mm dan 193mm, masing-masing untuk tanggal 27, 28 dan 29 April 2009.
Berbagai fakta tersebut telah membuka mata kita, bahwa Indonesia sudah selayaknya memberikan perhatian besar pada upaya memperkecil risiko bencana akibat badai. Tentu saja, pihak pertama yang harus mengupayakannya adalah pemerintah pusat, yakni dengan senantiasa memperkuat BMKG.
Badan ini sudah waktunya memiliki perlengkapan serbapaling canggih, termasuk radar cuaca dalam jumlah yang mencukupi, untuk memantau seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, upaya untuk mempelajari dan mengembangkan pengetahuan tentang angin puting beliung, juga perlu terus dilakukan agar kelak Indonesia memiliki peringatan dini untuk bencana semacam itu.
Kita tidak ingin Indonesia menjadi seperti Amerika, di mana penduduk di benua tersebut sering dilanda tornado, yang bahkan sampai skala empat Fujita (F4). Namun jika Tuhan berkehendak, maka tidak ada yang mustahil di dunia ini. Indonesia pun, entah kapan, suatu ketika mungkin juga akan mengalami badai-badai besar. Jika itu terjadi, berbagai perlatan canggih yang dimiliki BMKG dan dipadukan dengan sistem peringatan dini, akan dapat menyelamatkan banyak jiwa. (*)

Jumat, Januari 27, 2012

Sebuah Pelajaran dari Tabrakan di Tugu Tani

 
photo 01 photo 02 photo 03


TRAGIS nian nasib orang-orang yang siang itu berada trotoar di Jalan MI Ridwan Rais, arah Tugu Tani atau tepat di depan Gedung Kementerian PerdaganganJakarta Pusat.

Saat itu Daihatsu Xenia B 2479 XI yang dikemudikan Afriyani Susanti (29), melaju hingga 60-70 Km per jam dari arah Hotel Borobudur di Lapangan Banteng menuju Tugu Tani. Di depan Gedung Kemendag, kendaraan oleng kemudian banting setir ke kiri dan menabrak pejalan kaki di trotoar, serta merusak halte bus di depan Gedung Kemendag. Sembilan orang tewas akibat peristiwa itu.

Mereka adalah Moch Hudzaifah alias Ujay (16), Firmansyah (21), Suyatmi (51), Yusuf Sigit (2,5), Ari (16), Nanik Riyanti (25), Pipit Alfia Fitriasih (18), Wawan (18), dan Indra (11).

Dalam rangkaian peristiwa itu, ada sebuah fragmen yang menurut penulis sangat penting. Yaitu kesempatan hidup Yusuf Sigit, balita berusia 2 tahun enam bulan. Saat itu, Teguh Hadi Purnomo (31), ayah Yusuf sempat berusaha melarikan anaknya ke rumah sakit.

''Yusuf masih bernafas dan detak jantungnya masih terasa ketika saya bawa ke rumah sakit,'' kata Teguh, pada Republika di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Ahad (22/1) malam. ''Tapi sayang, akhirnya nyawa Yusuf tidak tertolong.''

Mungkinkan, Yusuf meninggal akibat terlambat ditolong ? Tidak mudah untuk menjawab pertanyaan tersebut. Namun seperti kita tahu, korban berbagai kecelakaan di Indonesia, sering tidak memperoleh pertolongan yang cepat, tepat, dan layak.

Kebanyakan, pertolongan diberikan oleh warga awam di sekitar lokasi kejadian. Padahal umumnya mereka yang tidak mengetahui teknik pertolongan pertama yang benar. Karena rasa kemanusiaan, mereka membantu sebisanya, yakni dengan sesegera mungkin membawa korban ke rumah sakit.

Saya tak hendak menyalahkan upaya warga untuk menolong sesamanya. Bahkan saya angkat topi, karena pada zaman sekarang ini sulit untuk menemui orang yang peduli pada sesamanya.

Namun, mungkin saja jumlah korban meninggal dalam kecelakaan massal akan bisa ditekan, apabila pertolongan yang diberikan bisa cepat dan tepat. Hal ini tentu bukan merupakan tanggung jawab warga semata. Negara seharusnya memiliki tanggung jawab lebih besar untuk memberikan jaminan keselamatan bagi warganya.

Karena itu pula, sudah saatnya setiap kota di Indonesia memiliki layanan emergency call terpadu, seperti 911 di Amerika. Indonesia, sebenarnya sudah memiliki nomor-nomor emergency call, seperti 110 untuk polisi, 113 untuk pemadam kebakaran, dan 118 untuk ambulance. Namun emergency call ini sangat berbeda dengan Amerika. Di negeri Paman Sam itu, dalam keadaan darurat warga cukup memencet 911 dan nantinya operator akan mengarahkan ke ambulance, polisi, atau pemadam kebakaran. Sedangkan di Indonesia, untuk memanggil bantuan dari ketiga instansi itu, warga juga harus menghubungi tiga nomor. Padahal, dalam keadaan sangat genting, orang mungkin akan lupa harus menghubungi nomor berapa.

Selain Emergency Call dan sistem pertolongan yang terpadu, sudah saatnya Pemerintah mengkampanyekan teknik-teknik pertolongan pertama. Hal ini bisa dilakukan dengan melatih semua PNS termasuk guru, Satpol PP, Pemadam Kebakaran, Lurah, dan Camat agar mahir memberikan pertolongan pertama. Kemampuan serupa juga harus dimiliki setiap anggota TNI dan Polri.

Setelah itu, para guru dan dosen bisa menularkan keterampilannya kepada pelajar dan mahasiswa. Bahkan jika perlu, keterampilan memberikan pertolongan pertama, masuk dalam kurikulum di sekolah.

Para lurah dan camat, juga bisa melatih warga agar memiliki keterampilan dalam memberikan pertolongan. Demikian pula dengan para perempuan, dalam wadah PKK.

Latihan berkala seperti ini penting, bukan hanya untuk berjaga-jaga saat terjadi kecelakaan, tetapi juga untuk menolong korban bencana. Kita tentu tidak ingin kehilangan anggota keluarga, sahabat, kekasih, dan orang-orang terdekat. Karena itu, dengan menguasai teknik pertolongan, bisa jadi kitalah yang akan menyelamatkan mereka, saat kecelakaan terjadi. (*)

Selasa, Januari 24, 2012

Wana Wisata Penggaron

Wana Wisata Penggaron adalah kawasan hutan di wilayah KPH (Kesatuan Pemangkuan Hutan) Semarang, BKPH (Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan) Penggaron RPH (Resort Pemangkuan Hutan) Susukan-Gedawang, di petak 2 s/d 8 dan 10 s/d 12 seluas 500 ha.

Letak geografis pada 110 derajat 14’54,75’ – 110 derajat 39,3” bujur Timur dan 7 derajat 3”57 –  derajat7 30” Lintang Selatan. Konfigurasi alam yang berbukit. Berada pada ketinggian +- 210 – 348 m dpl, suhu udara berkisar antara 20 deerajat – 26 derajat C dengan curah hujan rata-rata 2146 mm/tahun

Masyarakat di sekitar Semarang biasa memanfaatkan Wana Wisata Penggaron ini untuk berbagai aktivitas. Mulai dari olahraga, jungle tracking, outbound training, latihan SAR, Pramuka, rekreasi, hingga penelitian dan kepentingan ilmu pengetahuan lainnya.

Khusus untuk rekreasi, di kawasan itu  pengunjung bisa bermain golf, uji ketangkasan bersepeda motor, atau hanya sekadar duduk-duduk sambil menonton monyet.


Wanawisata Penggaron juga merupakan lokasi pengamatan burung (bird watching) yang cukup bagus. Selain lokasinya yang sangat dekat dengan kota, Wanawisata Penggaron juga memiliki koleksi hidupan liar terutama burung yang cukup banyak dan menarik. SBC mencatat setidaknya ada 97 spesies yang terdapat dalam wanawisata tersebut. Dengan beberapa spesies yang menarik seperti Merak Hijau, Elang Ular Bido, Kadalan Birah, Kadalan Kembang dan beberapa raptor migran.

Potensi berupa keanekaragamanjenis burung di dalamnya serta jalur migrasi raptor dari belahan bumi utara tersebut, diharapkan mampu membuat Wana Wisata Penggaron bukan hanya dikenal sebagai hutan wisata yang biasa saja, namun juga mampu menjadi ekoeduwisata (wisata alam yang berwawasan lingkungan dan pendidikan).

Menuju Lokasi: Dari arah Semarang setelah Taman Unyil maju terus, setelah Bappeda Kabupaten Semarang belok kiri, belok kiri lagi lantas belok kanan. Bisa juga setelah Mapolres Ungaran belok kiri, lurus mentok belok kiri, maju terus mentok belok kanan, setelah menyeberangi jembatan Tol Semarang Solo, Wana Wisata Penggaron ini berada di sebelah kiri jalan.

Selain itu, di hutan ini juga banyak terdapat titik rawan longsor. Lokasi ini sebenarnya cocok bagi pelajar untuk mempelajari ilmu kebumian. Sungai yang berhulu di kawasan itu juga bisa menjadi lokasi yang baik untuk dipelajari. Termasuk soal aliran permukaan, aliran air dalam tanah, dan sedimentasinya.
Hutan ini sebenarnya juga merupakan daerah penyangga bagi Semarang bagian bawah. Jika lahan di hutan ini berubah, maka debit air sungai Banyumeneng (Mranggen, Demak), Kali Babon (Semarang dan Demak) dan Banjirkanal Timur (Semarang) bisa naik hingga 35 kali lipat.

Apabila itu sampai terjadi, maka daerah-daerah yang dilalui sungai-sungai tersebut bisa terkena banjir bandang yang mematikan. Daerah-daerah itu antara lain Banyumeneng (Mranggen), Bukit Kencana Jaya (Semarang), Rowosari (Tembalang, Semarang), Klipang (Tembalang, Semarang), Pedurungan, Jalan Majapahit, hingga Kaligawe.

Karena itu pula, perubahan tata guna lahan (walaupun sebagian), seperti untuk Jalan Tol Semarang-Solo dan pembangunan taman safari, harus dikaji dengan sangat cermat. Jangan sampai, rakyat kecil menjadi korban banjir akibat kesalahan pemerintah dalam membuat kebijakan. Pemerintah, mestinya juga memperhatikan kepentingan “wong cilik”, bukan hanya para pemilik modal.

Lokasi Wana Wisata Penggaron:
GPS Waypoint: 7°6?54.52?S (Latitude) 110°25?14.16?E (Longitude)
Google Map Refference ( -7.115145,110.4206)

Selasa, Januari 17, 2012

Simpang Lima 2012


photo 01 photo 01
photo 01
photo 01

SIMPANGLIMA yang kini merupakan pusat Kota Semarang telah berubah, dibanding enam tahun silam. Saat itu, dalam masa pemerintahan Sukawi Sutarip, kawasan ini sedemikian semrawut, padat, dan tidak tertata. Namun kini, di masa pemerintah Wali Kota Soemarmo HS, wajah kawasan itu telah berubah menjadi lebih indah dan nyaman.

Kawasan itu, pada 2005 silam, sulit untuk bisa menikmati kawasan itu. Trotoar dipenuhi pedagang kaki lima (PKL), sehingga hak pejalan kaki pun terampas. Sementara jalan di dekatnya yang seharusnya bisa menjadi jalur lambat, kala itu juga sulit untuk dilalui sepeda dan sepeda motor, karena dipenuhi sepeda motor yang diparkir.

Setiap Sabtu malam dan Minggu pagi, trotoar di lapangan Pancasila juga tak nyaman. Pengunjung harus berdesak-desak dengan PKL yang menggelar dasaran di tempat itu. Jalan yang mengelilingi lapangan itu pun kerap macet.

Kendaraan yang melintas, harus sering memperlambat laju agar tidak menabrak penyeberang.
Suara Merdeka, Jumat, 13 Januari 2006 lalu memuat penjelasan pengajar arsitektur, permukiman, dan perkotaan Unika Soegijapranata, Ir Afriyanto Sofyan MT. Menurut dia, kepadatan dan kesemerawutan itu karena kawasan itu merupakan maghnet. Banyak orang datang ke kawasan itu untuk berbagai keperluan, seperti berbelanja, menginap di hotel, bekerja, mencari hiburan, atau sekadar lewat.

Menurut Afriyanto, Pemkot harus benar-benar mengendalikan pertumbuhan di kawasan tersebut. Termasuk dengan membatasi pembangunan gedung baru. Simpanglima saat ini sudah menjadi semacam ''superblok'', di mana di kawasan itu banyak terdapat gedung besar. Saat ini, di sebelah selatan lapangan Simpanglima sudah terdapat Mal dan Hotel Ciputra. Sementara itu, di sebelah timur terdapat Plasa Simpanglima dan Hotel Horizon.

Sebelah selatan lapangan itu, dulu adalah Bioskop Gajahmada. Namun, sekarang juga sudah menjadi pusat perbelanjaan Ramayana. Bangunan lama yang masih tersisa hanya tinggal STM Pembangunan dan Masjid Baiturrahman. Jika muncul pusat keramaian baru, hal itu bisa menjadi magnet baru yang menyebabkan orang makin tertarik datang ke Simpanglima.

Dia menyarankan agar tidak seluruh kegiatan terfokus di kawasan itu. Ada beberapa lokasi yang saat itu dipandang sebagai lokasi keramaian alternatif, antara lain PRPP di Tawang Mas.

Pendapat dan saran tersebut mungkin memang ada benarnya. Pertumbuhan gedung di kawasan itu memang tidak banyak. STM Pembangunan dan Masjid Baiturrahman masih tetap ada hingga kini. Demikian pula Gajahmada Plasa dan Plasa Simpang Lima (Matahari).

Toko swalayan Mickey Morse di sebelah selatan Plasa Simpanglima, kini juga lebih banyak mangkrak. Hanya sebagian toko di bagian bawah yang masih digunakan. Di sebelah selatan, yakni di bekas Gedung Bioskop Gajahmada, memang pernah berdiri Ramayana Departemet Store. Namun pusat perbelanjaan megah itu pun akhirnya harus tutup pada Januari 2010 dan digantikan oleh Ace Hardware.

Gedung pusat berlanjaan memang tumbuh silih berganti. Namun selama Sukawi Sutarip SH memimpin (19 Januari 2000-2010), kawasan itu tak pernah berubah. Baru setelah pasangan Drs H\ Soemarmo HS MSi dan Hendrar Prihadi SE MM memimpin, perubahan itu mulai terlihat. Artinya, kata kunci untuk ketertiban dan kenyamanan di kawasan Simpang Lima ternyata adalah penataan dan pembenahan infrastruktur.

Foodcourt
Walau mengorbankan jalur lambat, trotoar di Simpanglima kini dibuat menjadi selebar tujuh meter. Di tempat itu juga dibangun tempat berjualan untuk PKL makanan dengan konsep foodcourt. Area untuk PKL disediakan seluas 70 persen, sedangkan pedestrian hanya 30 persen.

Jika ditinjau dari sisi transportasi, pembagian seperti itu memang belum ideal. Namun bukankah kini sudah lebih baik. Dulu, trotoar sama sekali tak bisa digunakan oleh pajalan kaki. Sedangkan jalur lambat pun dipenuhi kendaraan parkir.

Bukan hanya itu, Jalan Pahlawan yang dulu juga dipenuhi PKL makanan, kini sudah kembali dinikmati oleh masyarakat. Pada Sabtu malam, menggunakan kawasan itu untuk berekspresi. Berbagai komunitas antara lain capoeira, pehobi mobil radio control, kelompok otomotif, sepeda, dan sepatu roda berkumpul dan unjuk kebolehan di kawasan itu.

Demikian pula pada Minggu pagi saat digelar Car Free Day. Warga bisa bersama-sama senam, dipandu instruktur dari Suara Merdeka. Perusahaan lain seperti Jamu Jago juga bisa menggelar kegiatan di lokasi itu. Semua itu sekaligus bisa menjadi hiburan gratis bagi masyarakat. Sungguh sebuah suasana yang dulu sulit untuk didapat. (*)
 

Senin, Januari 16, 2012

Membuat Halaman Galeri Foto di Blogger

photo 01 photo 02 photo 03

SALAH satu cermin keseriusan dalam membangun blog, adalah situs tersebut memiliki lebih dari satu halaman, namun maksimal hanya sampai 10 halaman. Di Blog Aku Pingin Maju, selain Beranda dan Tentang Blog Ini,  saya juga menambahkan halaman Galeri. Halaman ini berisi foto-foto dalam bentuk berbaris dan berbanjar, seperti yang tampil di Google atau Yahoo.
Galeri foto ini, selain untuk memperindah blog atau web kita, juga bisa menjadi media untuk menuangkan hasil dari kegemaran memotret. Namun harus diingat, bahwa galeri yang ditempatkan di halaman statis, sulit untuk digunakan untuk menyimpan banyak foto, karena faktor estetika.
Untuk membuat halaman seperti ini ternyata tidak terlalu sulit. Kita cukup melakukan tiga jurus untuk membuat halaman baru tersebut berisi foto-foto menarik.

1.       Masuk dulu ke blogger, masuk ke edit entri, dan masuk ke edit laman.
2.       Buat halaman baru dan beri nama “galeri” atau “galeri foto”.
3.       Masuk ke Edit HTML, copy script di bawah ini, pasang / pastekan, simpan dan coba.


<div align="center">
<table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" style="width: 400px;"> <tbody>
<tr> <td><a href="https://lh5.googleusercontent.com/-8pr1Atc9wSw/TxKca0X3bNI/AAAAAAAAAQo/fll8NaLIcMc/s720/DSC_0151.JPG" target="_blank"><img alt="photo 01" border="0" height="71" name="photos01" src="https://lh5.googleusercontent.com/-8pr1Atc9wSw/TxKca0X3bNI/AAAAAAAAAQo/fll8NaLIcMc/s720/DSC_0151.JPG" style="background-color: #d8d8d8;" width="128" /></a></td>
<td><a href="https://lh3.googleusercontent.com/-bcKAM5FZuqk/TxKc0K4YJVI/AAAAAAAAAQw/UufQqw3fCo4/s720/DSC_0152.JPG" target="_blank"><img alt="photo 02" border="0" height="71" name="photo02" src="https://lh3.googleusercontent.com/-bcKAM5FZuqk/TxKc0K4YJVI/AAAAAAAAAQw/UufQqw3fCo4/s720/DSC_0152.JPG" width="128" /></a></td>
<td><a href="https://lh3.googleusercontent.com/-IdufHkjlcg4/TxKdR3bVnPI/AAAAAAAAAQ4/RuI-UY4cpwE/s720/DSC_0156.JPG" target="_blank"><img alt="photo 03" border="0" height="71" name="photos03" src="https://lh3.googleusercontent.com/-IdufHkjlcg4/TxKdR3bVnPI/AAAAAAAAAQ4/RuI-UY4cpwE/s720/DSC_0156.JPG" width="128" /></a></td> </tr>
<tr> <td><a href="https://lh3.googleusercontent.com/-fTKsofQfbhY/TxKdmUvbI8I/AAAAAAAAARA/QPvOZwI8oDA/s512/DSC_0158.JPG"><img alt="" border="0" height="71" name="photo04" src="https://lh3.googleusercontent.com/-fTKsofQfbhY/TxKdmUvbI8I/AAAAAAAAARA/QPvOZwI8oDA/s512/DSC_0158.JPG" width="128" /></a></td>
<td><a href="https://lh3.googleusercontent.com/-_H-X3tBCCsM/TxKeFYb3ojI/AAAAAAAAARI/x4An3ipswvc/s720/DSC_0159.JPG"><img alt="" border="0" height="71" name="photo05" src="https://lh3.googleusercontent.com/-_H-X3tBCCsM/TxKeFYb3ojI/AAAAAAAAARI/x4An3ipswvc/s720/DSC_0159.JPG" width="128" /></a></td>
<td><a href="https://lh4.googleusercontent.com/-PcR6kbE6yKI/TxKe5IpJAvI/AAAAAAAAARY/XQhwO-rvtOo/s720/DSC_0166.JPG"><img alt="" border="0" height="71" name="photo06" src="https://lh4.googleusercontent.com/-PcR6kbE6yKI/TxKe5IpJAvI/AAAAAAAAARY/XQhwO-rvtOo/s720/DSC_0166.JPG" width="128" /></a></td> </tr>
<tr> <td><a href="https://lh4.googleusercontent.com/-ntzf3XSmi-Y/TxKfbE6ViYI/AAAAAAAAARg/-01IlGtwmnI/s720/DSC_0168.JPG"><img alt="" border="0" height="71" name="photo07" src="https://lh4.googleusercontent.com/-ntzf3XSmi-Y/TxKfbE6ViYI/AAAAAAAAARg/-01IlGtwmnI/s720/DSC_0168.JPG" width="128" /></a></td>
<td><a href="https://lh4.googleusercontent.com/-jvYaP2IiIaQ/TxKgJ_RWwWI/AAAAAAAAARo/WAaG3bk0LtM/s720/DSC_0169.JPG"><img alt="" border="0" height="71" name="photo08" src="https://lh4.googleusercontent.com/-jvYaP2IiIaQ/TxKgJ_RWwWI/AAAAAAAAARo/WAaG3bk0LtM/s720/DSC_0169.JPG" width="128" /></a></td>
<td><a href="https://lh3.googleusercontent.com/-kmBqMB3RLwI/TxKgwh5iMPI/AAAAAAAAARw/cAafnySBa_0/s720/DSC_0170.JPG"><img alt="" border="0" height="71" name="photo09" src="https://lh3.googleusercontent.com/-kmBqMB3RLwI/TxKgwh5iMPI/AAAAAAAAARw/cAafnySBa_0/s720/DSC_0170.JPG" width="128" /></a></td> </tr>.


Sebagai catatan, untuk bagian berwarna biru dalam script tersebut adalah alamat tempat kita meletakkan foto-foto tersebut. Tentu anda dapat menempatkan link lain, sesuai keinginan kita. Dalam hal ini, saya menyimpan foto-foto tersebut dalam Picasa. Seperti halnya Blogger, Picasa sekarang sudah berada dalam naungan Google. Dengan demikian kita bisa masuk menggunakan id Blogger dan Gmail yang kita miliki. Ok selamat mencoba. (Purwoko)

Sabtu, Januari 14, 2012

Paskibra SMP Negeri 29 Beraksi


Pingin lihat anak-anak Paskibra SMP Negeri 29 beraksi, silakan klik Di sini. Dalam lomba Paskibra di SMA Negeri 1 Semarang, Jumat 13 Januari 2012 ini, mereka memperoleh juara 2.



Selasa, Januari 10, 2012

Memasang Slideshow dengan Flicker


SALAH satu cara memperindah web atau blog kita adalah menghiasinya dengan gambar. Namun persoalannya, kita sering tak mempunya waktu untuk mengumpulkan foto dalam jumlah banyak dan bervariasi.

Untuk mengatasi persoalan itu, kita bisa menggunakan slideshow dengan memanfaatkan Flicker. Caranya pun tak sulit untuk dilakukan.

Langkah pertama, kita mencari dulu gambar yang kita inginkan dan mengetikkan ke kotak pencarian. Sebagai contoh, saya menggunakan kata kunci “lion” atau ”singa”. Singa saya pilih, karena dia adalah sang raja hutan yang sangat anggun, namun memiliki sorot mata tajam. Pada saat biasa, dia bisa terlihat sangat santai, bercanda dengan anak-anak dan istrinya. Namun kalau sudah berburu, jarang ada binatang yang bisa meloloskan diri.

Setelah muncul deretan gambar, saya kemudian mengklik tombol slideshow di sisi sebelah kanan. Setelah muncul, saya kemudian klik share dan meng-copy script di bawah tulisan Grab The Embed HTML.

Kalau ingin mengatur ukuran, kita bisa mengklik Customize This HTML. Setelah mengatur ukuran gambar, kita kemudian meng-copy script di bawahnya.

Langkah selanjutnya, kita bisa membuka blogger dan masuk ke rancangan, dilanjutkan ke elemen laman. Di tempat itu, klik tambah gadget dan pilih HTML / Java Script. Paste script yang telah kita copy di kotak yang disediakan, dan kemudian simpan.

Untuk script silakab kopas di bawah ini.

<body>
<table border="1" width="54%" height="92">
    <tr>
        <td width="296">
        <p align="center">Paste di Sini</td>
            </tr>
</table>
</body>


Script yang kita copy dari flicker, kemudian paste-kan di teks yang berwarna merah tersebut. Seluruhnya kemudian kita pasang di gadget HTML yang sudah kita siapkan. Jangan lupa simpan dan lihat hasilnya. Moga-moga berhasil. (*)

Minggu, Januari 01, 2012

Tempel Langsung Klik Otomatis

PERNAHKAH ketika kita membuka web atau blog,  tanpa klik apapun tiba-tiba terbuka web baru ? Kita pun bisa membuat link seperti itu hanya dengan memasukkan sebuah script sederhana yang nantinya  akan berfungsi  sebagai link.

Contoh script tersebut adalah seperti ini.

<p>

<a onmouseover="window.location=this.href" href="http://pemerhatibencana.wordpress.com">di sini</a></p>

 

Kalau ingin lihat contoh hasilnya, tempel  saja  kursor di sini. Kalau kursor kita tempelkan ke link tersebut, tanpa mengklik pun web baru akan langsung terbuka. Ok Silakan mencoba.