Pages

Senin, Januari 30, 2012

Ekor Iggy Hantam Jawa


Iggy
Tropilcal Cyclone Iggy di Tenggara Australia atau Selatan Indonesia (Samudra Hindia), difoto oleh satelit NASA. (ScienceDaily, Jan. 27, 2012)

JAUH sebelum tahun 2012 ini tiba, telah banyak yang meramalkan bahwa penduduk bumi (termasuk Indonesia) bakal menghadapi berbagai bencana. Tabloid Bintang.com (http://www.tabloidbintang.com), Kamis, 22 Desember 2011  lalu juga menurunkan tulisan Eka Pratiwi, tentang buku "Amazing 2012" yang ditulis Naomi Angelia, seorang gadis indigo yang memiliki kelebihan untuk melihat masa depan. Dalam buku itu, Naomi antara lain menulis bahwa tahun ini akan terjadi berbagai bencana, termasuk badai yang memporak-porandakan segalanya.
Jika pandangan Naomi ditafsirkan, pada Januari 2012 di Indonesia bakal terjadi banyak badai. ‘’Waspadalah, jika pada siang hari yang panas tiba-tiba terdengar suara halilintar. Itu bertanda bencana akan tiba,’’ kata Naomi memberikan peringatan dan meminta manusia lebih mendekatkan diri kepada Tuhan.
Seiring perjalanan waktu, rupanya ‘’ramalan’’ gadis berusia 15 tahun itu mulai mengejawantah.  Dalam empat hari, sejak 25 hingga 29 Januari 2012 lalu, berbagai wilayah di Jawa dan Bali diobrak-abrik angin ribut. Seperti dirilis Republika.co.id, Minggu 29 Januari 2012, Posko Badan Nasional
Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 35 kabupaten/kota di Jawa dan Bali yang telah diaduk-aduk oleh angin puting beliung.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, bencana itu mengakibatkan 14 orang meninggal, 60 orang luka-luka, dan 2.364 rumah rusak. Mereka tersebar di berbagai kota, yakni 3 di Tabanan, 3 orang di Purbalingga, 2 orang di Kediri, 2 orang di Banyumas, serta di Jakarta Selatan, Wonosobo, Ciamis, dan Pasuruan masing-masing seorang. Kerusakan rumah yang terparah terjadi Kepulauan Seribu, Banyumas, Banjarnegara, dan Situbondo.
Menurutnya, bencana itu dipengaruhi siklon tropis Iggy yang mulai terbentuk Kamis (26/1/2012) lalu di selatan Nusa Tenggara dan Bali. Pendapat Sutopo tersebut juga dikonfirmasi oleh citra satelit di situs BMKG. Dalam citra tersebut terlihat awan menyelimuti hampir seluruh Indonesia. Terlihat pula, arus angin dari arah utara (Filipina) dan Selatan (Australia) melalui Sumatera dan Kalimantan, akan ‘’berlomba-lomba’’ masuk ke Jawa, dengan kecepatan 10 – 25 knot. (1 knot= 1.852 km per jam). Bisa dibayangkan, betapa angin kencang menderu-deru dan merangsek ke Indonesia. Bukan hanya puting beliung, angin seperti ini juga bakal mengakibatkan gelombang tinggi.
Ketinggian gelombang di Laut Jawa pada musim hujan yang biasanya hanya 3,5 meter, kala itu bisa mencapai lebih dari 4 meter. Akibatnya, gelombang tinggi yang disertai angin kencang menerjang perkampungan nelayan di Tambaklorok, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang. Sebanyak 18 rumah rumah rusak dan 620 rumah lainnya terendam air laut.
Amukan gelombang, juga melanda pantai selatan Jawa. Ketinggian gelombang laut di Samudra Indonesia (Samudra Hindia) yang umumnya maksimal mencapai empat meter, pada Januari 2012 ini bisa mencapai tujuh meter. Sungguh sebuah peningkatan yang ekstrem.
Pada rentang waktu April – Oktober, di mana posisi matahari berada di selatan Katulistiwa, sebagian besar wilayah Indonesia, terutama Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara memang berada dalam musim hujan. Pada saat-saat semacam itu, badai tropis memang kerap tumbuh, berkembang, dan akhirnya mati di Samudra Hindia.
Saat menjabat sebagai Kepala BMG Jawa Tengah, Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Dr Widada Sulistya DEA  pernah mengatakan bahwa badai-badai seperti itu, umumnya tidak akan berdampak langsung pada Indonesia. Dalam ‘’pelajaran’’ yang masih penulis ingat hingga kini tersebut, badai tropis cenderung tak menjamah Indonesia, karena negeri ini berada di Katulistiwa. Kawasan tersebut dipengaruhi oleh gaya coriolis atau gaya perputaran bumi. Sehingga setiap badai tropis yang mendekat, akan kembali menjauhi Indonesia menuju ke Australia.
Namun demikian, ‘’ekor’’ badai tersebut tetap bisa ‘’menyabet’’ berbagai wilayah di Indonesia, sehingga menimbulkan hujan lebat, petir yang sambung menyambung, dan angin kencang. Bagi Indonesia, peristiwa semacam ini cukup bisa memicu bencana, seperti banjir, longsor, dan puting beliung.
Lalu bagaimana seandainya peristiwa luar biasa terjadi dan badai tropis justru terjadi di Indonesia ?
Kita tidak bisa mengatakan, peristiwa semacam ini mustahil, karena fakta telah menunjukkan bahwa peristiwa semacam itu adalah sebuah keniscayaan. Situs Meteo BMKG mencatat, 27 April 2009 lalu terjadi peristiwa yang sangat langka, yakni ketika tumbuh siklon tropis Kirrily di atas Kepulauan Kai, Laut Banda. Kirrily menyebabkan hujan lebat dan storm surge (gelora badai) di wilayah ini.
Tercatat puluhan rumah rusak dan puluhan lainnya terendam, jalan raya rusak, dan gelombang tinggi terjadi dari 26 hingga 29 April. Curah hujan tercatat per 24 jam yang tercatat adalah di Tual adalah sebanyak 20mm, 92mm dan 193mm, masing-masing untuk tanggal 27, 28 dan 29 April 2009.
Berbagai fakta tersebut telah membuka mata kita, bahwa Indonesia sudah selayaknya memberikan perhatian besar pada upaya memperkecil risiko bencana akibat badai. Tentu saja, pihak pertama yang harus mengupayakannya adalah pemerintah pusat, yakni dengan senantiasa memperkuat BMKG.
Badan ini sudah waktunya memiliki perlengkapan serbapaling canggih, termasuk radar cuaca dalam jumlah yang mencukupi, untuk memantau seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, upaya untuk mempelajari dan mengembangkan pengetahuan tentang angin puting beliung, juga perlu terus dilakukan agar kelak Indonesia memiliki peringatan dini untuk bencana semacam itu.
Kita tidak ingin Indonesia menjadi seperti Amerika, di mana penduduk di benua tersebut sering dilanda tornado, yang bahkan sampai skala empat Fujita (F4). Namun jika Tuhan berkehendak, maka tidak ada yang mustahil di dunia ini. Indonesia pun, entah kapan, suatu ketika mungkin juga akan mengalami badai-badai besar. Jika itu terjadi, berbagai perlatan canggih yang dimiliki BMKG dan dipadukan dengan sistem peringatan dini, akan dapat menyelamatkan banyak jiwa. (*)

Jumat, Januari 27, 2012

Sebuah Pelajaran dari Tabrakan di Tugu Tani

 
photo 01 photo 02 photo 03


TRAGIS nian nasib orang-orang yang siang itu berada trotoar di Jalan MI Ridwan Rais, arah Tugu Tani atau tepat di depan Gedung Kementerian PerdaganganJakarta Pusat.

Saat itu Daihatsu Xenia B 2479 XI yang dikemudikan Afriyani Susanti (29), melaju hingga 60-70 Km per jam dari arah Hotel Borobudur di Lapangan Banteng menuju Tugu Tani. Di depan Gedung Kemendag, kendaraan oleng kemudian banting setir ke kiri dan menabrak pejalan kaki di trotoar, serta merusak halte bus di depan Gedung Kemendag. Sembilan orang tewas akibat peristiwa itu.

Mereka adalah Moch Hudzaifah alias Ujay (16), Firmansyah (21), Suyatmi (51), Yusuf Sigit (2,5), Ari (16), Nanik Riyanti (25), Pipit Alfia Fitriasih (18), Wawan (18), dan Indra (11).

Dalam rangkaian peristiwa itu, ada sebuah fragmen yang menurut penulis sangat penting. Yaitu kesempatan hidup Yusuf Sigit, balita berusia 2 tahun enam bulan. Saat itu, Teguh Hadi Purnomo (31), ayah Yusuf sempat berusaha melarikan anaknya ke rumah sakit.

''Yusuf masih bernafas dan detak jantungnya masih terasa ketika saya bawa ke rumah sakit,'' kata Teguh, pada Republika di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Ahad (22/1) malam. ''Tapi sayang, akhirnya nyawa Yusuf tidak tertolong.''

Mungkinkan, Yusuf meninggal akibat terlambat ditolong ? Tidak mudah untuk menjawab pertanyaan tersebut. Namun seperti kita tahu, korban berbagai kecelakaan di Indonesia, sering tidak memperoleh pertolongan yang cepat, tepat, dan layak.

Kebanyakan, pertolongan diberikan oleh warga awam di sekitar lokasi kejadian. Padahal umumnya mereka yang tidak mengetahui teknik pertolongan pertama yang benar. Karena rasa kemanusiaan, mereka membantu sebisanya, yakni dengan sesegera mungkin membawa korban ke rumah sakit.

Saya tak hendak menyalahkan upaya warga untuk menolong sesamanya. Bahkan saya angkat topi, karena pada zaman sekarang ini sulit untuk menemui orang yang peduli pada sesamanya.

Namun, mungkin saja jumlah korban meninggal dalam kecelakaan massal akan bisa ditekan, apabila pertolongan yang diberikan bisa cepat dan tepat. Hal ini tentu bukan merupakan tanggung jawab warga semata. Negara seharusnya memiliki tanggung jawab lebih besar untuk memberikan jaminan keselamatan bagi warganya.

Karena itu pula, sudah saatnya setiap kota di Indonesia memiliki layanan emergency call terpadu, seperti 911 di Amerika. Indonesia, sebenarnya sudah memiliki nomor-nomor emergency call, seperti 110 untuk polisi, 113 untuk pemadam kebakaran, dan 118 untuk ambulance. Namun emergency call ini sangat berbeda dengan Amerika. Di negeri Paman Sam itu, dalam keadaan darurat warga cukup memencet 911 dan nantinya operator akan mengarahkan ke ambulance, polisi, atau pemadam kebakaran. Sedangkan di Indonesia, untuk memanggil bantuan dari ketiga instansi itu, warga juga harus menghubungi tiga nomor. Padahal, dalam keadaan sangat genting, orang mungkin akan lupa harus menghubungi nomor berapa.

Selain Emergency Call dan sistem pertolongan yang terpadu, sudah saatnya Pemerintah mengkampanyekan teknik-teknik pertolongan pertama. Hal ini bisa dilakukan dengan melatih semua PNS termasuk guru, Satpol PP, Pemadam Kebakaran, Lurah, dan Camat agar mahir memberikan pertolongan pertama. Kemampuan serupa juga harus dimiliki setiap anggota TNI dan Polri.

Setelah itu, para guru dan dosen bisa menularkan keterampilannya kepada pelajar dan mahasiswa. Bahkan jika perlu, keterampilan memberikan pertolongan pertama, masuk dalam kurikulum di sekolah.

Para lurah dan camat, juga bisa melatih warga agar memiliki keterampilan dalam memberikan pertolongan. Demikian pula dengan para perempuan, dalam wadah PKK.

Latihan berkala seperti ini penting, bukan hanya untuk berjaga-jaga saat terjadi kecelakaan, tetapi juga untuk menolong korban bencana. Kita tentu tidak ingin kehilangan anggota keluarga, sahabat, kekasih, dan orang-orang terdekat. Karena itu, dengan menguasai teknik pertolongan, bisa jadi kitalah yang akan menyelamatkan mereka, saat kecelakaan terjadi. (*)

Selasa, Januari 24, 2012

Wana Wisata Penggaron

Wana Wisata Penggaron adalah kawasan hutan di wilayah KPH (Kesatuan Pemangkuan Hutan) Semarang, BKPH (Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan) Penggaron RPH (Resort Pemangkuan Hutan) Susukan-Gedawang, di petak 2 s/d 8 dan 10 s/d 12 seluas 500 ha.

Letak geografis pada 110 derajat 14’54,75’ – 110 derajat 39,3” bujur Timur dan 7 derajat 3”57 –  derajat7 30” Lintang Selatan. Konfigurasi alam yang berbukit. Berada pada ketinggian +- 210 – 348 m dpl, suhu udara berkisar antara 20 deerajat – 26 derajat C dengan curah hujan rata-rata 2146 mm/tahun

Masyarakat di sekitar Semarang biasa memanfaatkan Wana Wisata Penggaron ini untuk berbagai aktivitas. Mulai dari olahraga, jungle tracking, outbound training, latihan SAR, Pramuka, rekreasi, hingga penelitian dan kepentingan ilmu pengetahuan lainnya.

Khusus untuk rekreasi, di kawasan itu  pengunjung bisa bermain golf, uji ketangkasan bersepeda motor, atau hanya sekadar duduk-duduk sambil menonton monyet.


Wanawisata Penggaron juga merupakan lokasi pengamatan burung (bird watching) yang cukup bagus. Selain lokasinya yang sangat dekat dengan kota, Wanawisata Penggaron juga memiliki koleksi hidupan liar terutama burung yang cukup banyak dan menarik. SBC mencatat setidaknya ada 97 spesies yang terdapat dalam wanawisata tersebut. Dengan beberapa spesies yang menarik seperti Merak Hijau, Elang Ular Bido, Kadalan Birah, Kadalan Kembang dan beberapa raptor migran.

Potensi berupa keanekaragamanjenis burung di dalamnya serta jalur migrasi raptor dari belahan bumi utara tersebut, diharapkan mampu membuat Wana Wisata Penggaron bukan hanya dikenal sebagai hutan wisata yang biasa saja, namun juga mampu menjadi ekoeduwisata (wisata alam yang berwawasan lingkungan dan pendidikan).

Menuju Lokasi: Dari arah Semarang setelah Taman Unyil maju terus, setelah Bappeda Kabupaten Semarang belok kiri, belok kiri lagi lantas belok kanan. Bisa juga setelah Mapolres Ungaran belok kiri, lurus mentok belok kiri, maju terus mentok belok kanan, setelah menyeberangi jembatan Tol Semarang Solo, Wana Wisata Penggaron ini berada di sebelah kiri jalan.

Selain itu, di hutan ini juga banyak terdapat titik rawan longsor. Lokasi ini sebenarnya cocok bagi pelajar untuk mempelajari ilmu kebumian. Sungai yang berhulu di kawasan itu juga bisa menjadi lokasi yang baik untuk dipelajari. Termasuk soal aliran permukaan, aliran air dalam tanah, dan sedimentasinya.
Hutan ini sebenarnya juga merupakan daerah penyangga bagi Semarang bagian bawah. Jika lahan di hutan ini berubah, maka debit air sungai Banyumeneng (Mranggen, Demak), Kali Babon (Semarang dan Demak) dan Banjirkanal Timur (Semarang) bisa naik hingga 35 kali lipat.

Apabila itu sampai terjadi, maka daerah-daerah yang dilalui sungai-sungai tersebut bisa terkena banjir bandang yang mematikan. Daerah-daerah itu antara lain Banyumeneng (Mranggen), Bukit Kencana Jaya (Semarang), Rowosari (Tembalang, Semarang), Klipang (Tembalang, Semarang), Pedurungan, Jalan Majapahit, hingga Kaligawe.

Karena itu pula, perubahan tata guna lahan (walaupun sebagian), seperti untuk Jalan Tol Semarang-Solo dan pembangunan taman safari, harus dikaji dengan sangat cermat. Jangan sampai, rakyat kecil menjadi korban banjir akibat kesalahan pemerintah dalam membuat kebijakan. Pemerintah, mestinya juga memperhatikan kepentingan “wong cilik”, bukan hanya para pemilik modal.

Lokasi Wana Wisata Penggaron:
GPS Waypoint: 7°6?54.52?S (Latitude) 110°25?14.16?E (Longitude)
Google Map Refference ( -7.115145,110.4206)

Selasa, Januari 17, 2012

Simpang Lima 2012


photo 01 photo 01
photo 01
photo 01

SIMPANGLIMA yang kini merupakan pusat Kota Semarang telah berubah, dibanding enam tahun silam. Saat itu, dalam masa pemerintahan Sukawi Sutarip, kawasan ini sedemikian semrawut, padat, dan tidak tertata. Namun kini, di masa pemerintah Wali Kota Soemarmo HS, wajah kawasan itu telah berubah menjadi lebih indah dan nyaman.

Kawasan itu, pada 2005 silam, sulit untuk bisa menikmati kawasan itu. Trotoar dipenuhi pedagang kaki lima (PKL), sehingga hak pejalan kaki pun terampas. Sementara jalan di dekatnya yang seharusnya bisa menjadi jalur lambat, kala itu juga sulit untuk dilalui sepeda dan sepeda motor, karena dipenuhi sepeda motor yang diparkir.

Setiap Sabtu malam dan Minggu pagi, trotoar di lapangan Pancasila juga tak nyaman. Pengunjung harus berdesak-desak dengan PKL yang menggelar dasaran di tempat itu. Jalan yang mengelilingi lapangan itu pun kerap macet.

Kendaraan yang melintas, harus sering memperlambat laju agar tidak menabrak penyeberang.
Suara Merdeka, Jumat, 13 Januari 2006 lalu memuat penjelasan pengajar arsitektur, permukiman, dan perkotaan Unika Soegijapranata, Ir Afriyanto Sofyan MT. Menurut dia, kepadatan dan kesemerawutan itu karena kawasan itu merupakan maghnet. Banyak orang datang ke kawasan itu untuk berbagai keperluan, seperti berbelanja, menginap di hotel, bekerja, mencari hiburan, atau sekadar lewat.

Menurut Afriyanto, Pemkot harus benar-benar mengendalikan pertumbuhan di kawasan tersebut. Termasuk dengan membatasi pembangunan gedung baru. Simpanglima saat ini sudah menjadi semacam ''superblok'', di mana di kawasan itu banyak terdapat gedung besar. Saat ini, di sebelah selatan lapangan Simpanglima sudah terdapat Mal dan Hotel Ciputra. Sementara itu, di sebelah timur terdapat Plasa Simpanglima dan Hotel Horizon.

Sebelah selatan lapangan itu, dulu adalah Bioskop Gajahmada. Namun, sekarang juga sudah menjadi pusat perbelanjaan Ramayana. Bangunan lama yang masih tersisa hanya tinggal STM Pembangunan dan Masjid Baiturrahman. Jika muncul pusat keramaian baru, hal itu bisa menjadi magnet baru yang menyebabkan orang makin tertarik datang ke Simpanglima.

Dia menyarankan agar tidak seluruh kegiatan terfokus di kawasan itu. Ada beberapa lokasi yang saat itu dipandang sebagai lokasi keramaian alternatif, antara lain PRPP di Tawang Mas.

Pendapat dan saran tersebut mungkin memang ada benarnya. Pertumbuhan gedung di kawasan itu memang tidak banyak. STM Pembangunan dan Masjid Baiturrahman masih tetap ada hingga kini. Demikian pula Gajahmada Plasa dan Plasa Simpang Lima (Matahari).

Toko swalayan Mickey Morse di sebelah selatan Plasa Simpanglima, kini juga lebih banyak mangkrak. Hanya sebagian toko di bagian bawah yang masih digunakan. Di sebelah selatan, yakni di bekas Gedung Bioskop Gajahmada, memang pernah berdiri Ramayana Departemet Store. Namun pusat perbelanjaan megah itu pun akhirnya harus tutup pada Januari 2010 dan digantikan oleh Ace Hardware.

Gedung pusat berlanjaan memang tumbuh silih berganti. Namun selama Sukawi Sutarip SH memimpin (19 Januari 2000-2010), kawasan itu tak pernah berubah. Baru setelah pasangan Drs H\ Soemarmo HS MSi dan Hendrar Prihadi SE MM memimpin, perubahan itu mulai terlihat. Artinya, kata kunci untuk ketertiban dan kenyamanan di kawasan Simpang Lima ternyata adalah penataan dan pembenahan infrastruktur.

Foodcourt
Walau mengorbankan jalur lambat, trotoar di Simpanglima kini dibuat menjadi selebar tujuh meter. Di tempat itu juga dibangun tempat berjualan untuk PKL makanan dengan konsep foodcourt. Area untuk PKL disediakan seluas 70 persen, sedangkan pedestrian hanya 30 persen.

Jika ditinjau dari sisi transportasi, pembagian seperti itu memang belum ideal. Namun bukankah kini sudah lebih baik. Dulu, trotoar sama sekali tak bisa digunakan oleh pajalan kaki. Sedangkan jalur lambat pun dipenuhi kendaraan parkir.

Bukan hanya itu, Jalan Pahlawan yang dulu juga dipenuhi PKL makanan, kini sudah kembali dinikmati oleh masyarakat. Pada Sabtu malam, menggunakan kawasan itu untuk berekspresi. Berbagai komunitas antara lain capoeira, pehobi mobil radio control, kelompok otomotif, sepeda, dan sepatu roda berkumpul dan unjuk kebolehan di kawasan itu.

Demikian pula pada Minggu pagi saat digelar Car Free Day. Warga bisa bersama-sama senam, dipandu instruktur dari Suara Merdeka. Perusahaan lain seperti Jamu Jago juga bisa menggelar kegiatan di lokasi itu. Semua itu sekaligus bisa menjadi hiburan gratis bagi masyarakat. Sungguh sebuah suasana yang dulu sulit untuk didapat. (*)
 

Senin, Januari 16, 2012

Membuat Halaman Galeri Foto di Blogger

photo 01 photo 02 photo 03

SALAH satu cermin keseriusan dalam membangun blog, adalah situs tersebut memiliki lebih dari satu halaman, namun maksimal hanya sampai 10 halaman. Di Blog Aku Pingin Maju, selain Beranda dan Tentang Blog Ini,  saya juga menambahkan halaman Galeri. Halaman ini berisi foto-foto dalam bentuk berbaris dan berbanjar, seperti yang tampil di Google atau Yahoo.
Galeri foto ini, selain untuk memperindah blog atau web kita, juga bisa menjadi media untuk menuangkan hasil dari kegemaran memotret. Namun harus diingat, bahwa galeri yang ditempatkan di halaman statis, sulit untuk digunakan untuk menyimpan banyak foto, karena faktor estetika.
Untuk membuat halaman seperti ini ternyata tidak terlalu sulit. Kita cukup melakukan tiga jurus untuk membuat halaman baru tersebut berisi foto-foto menarik.

1.       Masuk dulu ke blogger, masuk ke edit entri, dan masuk ke edit laman.
2.       Buat halaman baru dan beri nama “galeri” atau “galeri foto”.
3.       Masuk ke Edit HTML, copy script di bawah ini, pasang / pastekan, simpan dan coba.


<div align="center">
<table border="0" cellpadding="2" cellspacing="2" style="width: 400px;"> <tbody>
<tr> <td><a href="https://lh5.googleusercontent.com/-8pr1Atc9wSw/TxKca0X3bNI/AAAAAAAAAQo/fll8NaLIcMc/s720/DSC_0151.JPG" target="_blank"><img alt="photo 01" border="0" height="71" name="photos01" src="https://lh5.googleusercontent.com/-8pr1Atc9wSw/TxKca0X3bNI/AAAAAAAAAQo/fll8NaLIcMc/s720/DSC_0151.JPG" style="background-color: #d8d8d8;" width="128" /></a></td>
<td><a href="https://lh3.googleusercontent.com/-bcKAM5FZuqk/TxKc0K4YJVI/AAAAAAAAAQw/UufQqw3fCo4/s720/DSC_0152.JPG" target="_blank"><img alt="photo 02" border="0" height="71" name="photo02" src="https://lh3.googleusercontent.com/-bcKAM5FZuqk/TxKc0K4YJVI/AAAAAAAAAQw/UufQqw3fCo4/s720/DSC_0152.JPG" width="128" /></a></td>
<td><a href="https://lh3.googleusercontent.com/-IdufHkjlcg4/TxKdR3bVnPI/AAAAAAAAAQ4/RuI-UY4cpwE/s720/DSC_0156.JPG" target="_blank"><img alt="photo 03" border="0" height="71" name="photos03" src="https://lh3.googleusercontent.com/-IdufHkjlcg4/TxKdR3bVnPI/AAAAAAAAAQ4/RuI-UY4cpwE/s720/DSC_0156.JPG" width="128" /></a></td> </tr>
<tr> <td><a href="https://lh3.googleusercontent.com/-fTKsofQfbhY/TxKdmUvbI8I/AAAAAAAAARA/QPvOZwI8oDA/s512/DSC_0158.JPG"><img alt="" border="0" height="71" name="photo04" src="https://lh3.googleusercontent.com/-fTKsofQfbhY/TxKdmUvbI8I/AAAAAAAAARA/QPvOZwI8oDA/s512/DSC_0158.JPG" width="128" /></a></td>
<td><a href="https://lh3.googleusercontent.com/-_H-X3tBCCsM/TxKeFYb3ojI/AAAAAAAAARI/x4An3ipswvc/s720/DSC_0159.JPG"><img alt="" border="0" height="71" name="photo05" src="https://lh3.googleusercontent.com/-_H-X3tBCCsM/TxKeFYb3ojI/AAAAAAAAARI/x4An3ipswvc/s720/DSC_0159.JPG" width="128" /></a></td>
<td><a href="https://lh4.googleusercontent.com/-PcR6kbE6yKI/TxKe5IpJAvI/AAAAAAAAARY/XQhwO-rvtOo/s720/DSC_0166.JPG"><img alt="" border="0" height="71" name="photo06" src="https://lh4.googleusercontent.com/-PcR6kbE6yKI/TxKe5IpJAvI/AAAAAAAAARY/XQhwO-rvtOo/s720/DSC_0166.JPG" width="128" /></a></td> </tr>
<tr> <td><a href="https://lh4.googleusercontent.com/-ntzf3XSmi-Y/TxKfbE6ViYI/AAAAAAAAARg/-01IlGtwmnI/s720/DSC_0168.JPG"><img alt="" border="0" height="71" name="photo07" src="https://lh4.googleusercontent.com/-ntzf3XSmi-Y/TxKfbE6ViYI/AAAAAAAAARg/-01IlGtwmnI/s720/DSC_0168.JPG" width="128" /></a></td>
<td><a href="https://lh4.googleusercontent.com/-jvYaP2IiIaQ/TxKgJ_RWwWI/AAAAAAAAARo/WAaG3bk0LtM/s720/DSC_0169.JPG"><img alt="" border="0" height="71" name="photo08" src="https://lh4.googleusercontent.com/-jvYaP2IiIaQ/TxKgJ_RWwWI/AAAAAAAAARo/WAaG3bk0LtM/s720/DSC_0169.JPG" width="128" /></a></td>
<td><a href="https://lh3.googleusercontent.com/-kmBqMB3RLwI/TxKgwh5iMPI/AAAAAAAAARw/cAafnySBa_0/s720/DSC_0170.JPG"><img alt="" border="0" height="71" name="photo09" src="https://lh3.googleusercontent.com/-kmBqMB3RLwI/TxKgwh5iMPI/AAAAAAAAARw/cAafnySBa_0/s720/DSC_0170.JPG" width="128" /></a></td> </tr>.


Sebagai catatan, untuk bagian berwarna biru dalam script tersebut adalah alamat tempat kita meletakkan foto-foto tersebut. Tentu anda dapat menempatkan link lain, sesuai keinginan kita. Dalam hal ini, saya menyimpan foto-foto tersebut dalam Picasa. Seperti halnya Blogger, Picasa sekarang sudah berada dalam naungan Google. Dengan demikian kita bisa masuk menggunakan id Blogger dan Gmail yang kita miliki. Ok selamat mencoba. (Purwoko)

Sabtu, Januari 14, 2012

Paskibra SMP Negeri 29 Beraksi


Pingin lihat anak-anak Paskibra SMP Negeri 29 beraksi, silakan klik Di sini. Dalam lomba Paskibra di SMA Negeri 1 Semarang, Jumat 13 Januari 2012 ini, mereka memperoleh juara 2.



Selasa, Januari 10, 2012

Memasang Slideshow dengan Flicker


SALAH satu cara memperindah web atau blog kita adalah menghiasinya dengan gambar. Namun persoalannya, kita sering tak mempunya waktu untuk mengumpulkan foto dalam jumlah banyak dan bervariasi.

Untuk mengatasi persoalan itu, kita bisa menggunakan slideshow dengan memanfaatkan Flicker. Caranya pun tak sulit untuk dilakukan.

Langkah pertama, kita mencari dulu gambar yang kita inginkan dan mengetikkan ke kotak pencarian. Sebagai contoh, saya menggunakan kata kunci “lion” atau ”singa”. Singa saya pilih, karena dia adalah sang raja hutan yang sangat anggun, namun memiliki sorot mata tajam. Pada saat biasa, dia bisa terlihat sangat santai, bercanda dengan anak-anak dan istrinya. Namun kalau sudah berburu, jarang ada binatang yang bisa meloloskan diri.

Setelah muncul deretan gambar, saya kemudian mengklik tombol slideshow di sisi sebelah kanan. Setelah muncul, saya kemudian klik share dan meng-copy script di bawah tulisan Grab The Embed HTML.

Kalau ingin mengatur ukuran, kita bisa mengklik Customize This HTML. Setelah mengatur ukuran gambar, kita kemudian meng-copy script di bawahnya.

Langkah selanjutnya, kita bisa membuka blogger dan masuk ke rancangan, dilanjutkan ke elemen laman. Di tempat itu, klik tambah gadget dan pilih HTML / Java Script. Paste script yang telah kita copy di kotak yang disediakan, dan kemudian simpan.

Untuk script silakab kopas di bawah ini.

<body>
<table border="1" width="54%" height="92">
    <tr>
        <td width="296">
        <p align="center">Paste di Sini</td>
            </tr>
</table>
</body>


Script yang kita copy dari flicker, kemudian paste-kan di teks yang berwarna merah tersebut. Seluruhnya kemudian kita pasang di gadget HTML yang sudah kita siapkan. Jangan lupa simpan dan lihat hasilnya. Moga-moga berhasil. (*)

Minggu, Januari 01, 2012

Tempel Langsung Klik Otomatis

PERNAHKAH ketika kita membuka web atau blog,  tanpa klik apapun tiba-tiba terbuka web baru ? Kita pun bisa membuat link seperti itu hanya dengan memasukkan sebuah script sederhana yang nantinya  akan berfungsi  sebagai link.

Contoh script tersebut adalah seperti ini.

<p>

<a onmouseover="window.location=this.href" href="http://pemerhatibencana.wordpress.com">di sini</a></p>

 

Kalau ingin lihat contoh hasilnya, tempel  saja  kursor di sini. Kalau kursor kita tempelkan ke link tersebut, tanpa mengklik pun web baru akan langsung terbuka. Ok Silakan mencoba.