Pages

Selasa, Februari 14, 2012

Google, Indahnya Kebersamaan di Hari Valentine



HARI ini 14 Februari 2012, banyak di antara kita yang merayakan sebagai Hari Valentine atau hari kasih sayang. Lepas dari sejarah serta pro dan kontra dari sudut pandang agama, kasih sayang adalah milik umat manusia, tanpa memandang suku, agama, keyakinan, ras, suku bangsa, golongan, serta pandangan politik.

Hari kasih sayang, bukan berarti kasih sayang hanya diberikan pada hari itu. Tetapi bahwa adanya hari itu, merupakan sebuah peneguhan bahwa kasih sayang itu masih ada di muka bumi. Ini seperti peringatan hari kemerdekaan, yang memiliki makna bahwa pada hari itu kemerdekaan diteguhkan keberadaannya, bukan kita hanya bisa merdeka pada hari itu.

Kasih sayang, juga bukan melulu cinta pada pacar atau kekasih, tetapi bisa kepada siapa saja. Berikut beberapa unsur yang sering ada dalam cinta antar pribadi.

©       Kasih sayang: menghargai orang lain.
©       Altruisme: perhatian non-egois kepada orang lain (yang tentunya sangat jarang kita temui sekarang ini).
©       Reciprocation: cinta yang saling menguntungkan (bukan saling memanfaatkan).
©       Komitmen: keinginan untuk mengabadikan cinta, tekad yang kuat dalam suatu hubungan.
©       Keintiman emosional: berbagi emosi dan rasa.
©       Kekerabatan: ikatan keluarga.
©       Physical intimacy: berbagi kehidupan erat satu sama lain secara fisik, termasuk di dalamnya hubungan seksual.
©       Pelayanan: keinginan untuk membantu dan atau melayani.

Ada satu lagi unsur yang kerap ada dalam kasih sayang, yakni kebersamaan. Ini pula yang pada 14 Februari 2012 ini digambarkan oleh Google dodle, dalam animasi flash. Dalam animasi tersebut digambarkan ada seorang anak perempuan yang sedang bermain lompat tali.

Ketika pacarnya datang membawa bunga, anak perempuan tersebut cuek saja. Demikian pula ketika pacarnya membawakan berbagai hadiah lain. Si pacar yang hampir putus asa, kemudian datang dengan membawa tali. Dia pun mengikuti si anak perempuan bermain tali.

Saat itulah si anak perempuan malah berhenti, memperhatikan pacarnya sejenak, dan kemudian memeluknya. Sesaat kemudian, mereka bermain besama. Animasi tersebut memberikan gambaran pada kita, bahwa kebersamaan lebih penting dibanding berbagai hadiah yang diberikan. (*)

Selasa, Februari 07, 2012

Sahabat Tak Akan Terlupakan

DUA pemuda Australia, John Rendall dan Anthony ‘’Ace’’ Bourke, pada 1969 melihat seekor anak singa dijual di toko serba ada Harrods di London, Inggris. Mereka kemudian memutuskan untuk membeli anak singa yang kemudian diberi nama Christian itu dengan harga 250 guineas.

Bersama teman mereka, Jennifer Mary Taylor and Unity Jones, Bourke dan Rendall berusaha sebaik mungkin untuk merawat Christian. Bourke dan Rendall sangat akrab dengan singa itu. Seperti saudara, mereka sering bermain bersama dan saling memeluk.

Christian pun tumbuh, dan pada saat kucing besar itu berumur setahun, Bourke dan Rendall mengerti, bahwa Christian tidak dapat terus berada di London. Ketika Bill Travers dan Virginia McKenna, bintang dalam film ‘’Born Free’’ mengunjungi Rendall dan Bourke, mereka bertemu Christian.

Kedua bintang film itu kemudian menyarankan kedua pemuda itu meminta bantuan George Adamson, seorang konservasionis di Kenya. Adamson bersama-sama Joy, istrinya juga telah melepaskan singa betina bernama Elsa ke alam liar di kompleks-nya di Kora National Reserve.

Upaya pengembalian Christian ke alam bebas pun dilakukan. Selama dalam penangkaran, Rendall dan Bourke masih sering mengunjungi sahabatnya itu. Mereka juga mengantarkan Christian, saat akan berangkat menuju ke alam kebebasan.

Pada 1971, Rendall dan Bourke mendapat kabar dari Adamson, bahwa pengembalian Christian ke alam bebas telah sukses. Kisah itu juga dilaporkan dalam beberapa artikel surat kabar. Setahun kemudian, Rendall dan Bourke memutuskan berkunjung ke Kenya, untuk bertemu Christian.

Saat itulah detik-detik mengharukan itu terjadi. Sebelum pertemuan itu, Adamson telah memperingatkan Rendall dan Bourke, bahwa mungkin Christian tidak mengingat mereka. Namun rupanya, kenyataan berbicara lain.

Ketika Christian melihat kedua sahabatnya itu datang, dia mendekat dengan pelan-pelan. Namun ketika mengetahui bahwa yang datang adalah Rendall dan Bourke, singa itu dengan cepat melompat dan memeluk mereka. Ketiganya juga bercanda, seperti saat mereka masih berada di London. 

Bukan Cuma itu, seperti manusia, Christian juga memperkenalkan ‘’istri-istrinya’’. Mereka adalah singa betina bernama Mona dan Lisa. Christian juga memperkenalkan anak angkatnya, bernama Supercub.

Pada 1974, beberapa surat kabar melaporkan bahwa Christian telah memiliki anak sendiri. Rendall dan Bourke yang kemudian kembali mengunjungi para singa itu, juga mendapati bahwa Christian masih mengenali mereka.

Sahabat Sejati

Kisah tersebut, selayaknya membuka mata kita, bahwa di dunia ini ternyata masih ada persahabatan. Persahabatan adalah istilah yang menggambarkan perilaku kerja sama dan saling mendukung, antara dua atau lebih entitas sosial.

Di dalamnya, terdapat pula beberapa ciri kasih sayang, seperti kecenderungan untuk menginginkan yang terbaik bagi satu sama lain, simpati dan empati, kejujuran, dan saling pengertian. Seperti ditulis Wikipedia, sahabat akan menyambut kehadiran sesamanya dan menunjukkan kesetiaan satu sama lain. Bahkan tingkat kesetiaan itu bisa mencapai pada altruisme.

Altruisme adalah perhatian kita terhadap kesejahteraan orang lain, tanpa memperhatikan diri sendiri. Altruisme adalah lawan dari sifat egois, yang mementingkan diri sendiri. Altruisme memusatkan perhatian pada motivasi untuk membantu orang lain dan keinginan untuk melakukan kebaikan, tanpa memperhatikan ganjaran.

Inilah yang tergambar dalam kisah Christian. Bourke dan Rendall yang telah merawat Christian dengan kasih sayang, memahami benar bahwa sahabatnya itu akan lebih baik hidup di habitatnya, bersama singa-singa lain. Karena itu pula, kedua pemuda itu kemudian melepas sahabatnya.

Sebaliknya, bagi Cristian, kasih sayang yang dia dapatkan dalam persahabatannya dengan Bourke dan Rendall juga tidak akan pernah dilupakan. Dua kali reuni dengan kedua sahabat manusianya itu adalah buktinya. Bahkan, Christian juga memperkenalkan ‘’keluarga’’ barunya kepada Bourke dan Rendall.

Dari kisah ini, kita belajar bahwa untuk sebuah persahabatan, apapun akan dilakukan. Sahabat akan saling membantu. Dalam persahabatan, masih-masing entitas sosial yang terlibat akan meninggalkan sifat egoisme. Nah....., kalau sudah begitu, kita tentu akan bisa membedakan, siapa sahabat dan siapa orang-orang yang hanya sekadar rekan, namun jelas bukan sahabat. Yang pasti, seorang sahabat tidak akan ‘’menerkam’’ sahabatnya. (*)