Jutaan Komponen Dalam Satu Chip

Rep:de.wikipedia.org
SETELAH penemuan integrated circuit (IC) atau sirkuit terintegrasi, perkembangan komputer bagaikan laju mobil balap. Wus....wus...wus..... Pada tahun 1970-an para ahli menemukan Large Scale Integration (LSI) yang dapat memuat ratusan komponen dalam sebuah chip.

Pada tahun 1980-an, Very Large Scale Integration (VLSI) yang memuat ribuan komponen dalam sebuah chip tunggal pun ditemukan. Penemuan ini segera disusul dengan Ultra-Large Scale Integration (ULSI) yang dapat memuat jutaan komponen dalam satu chip.

Kemampuan untuk memasang banyak komponen dalam suatu keping yang berukuran  setengah keping uang logam, membuat ukuran komputer mengecil dan harganya makin murah. Walau demikian, daya kerja komputer makin tinggi, lebih efisien, dan  kian andal.

Sebagai contoh Chip Intel 4004 yang dibuat pada tahun 1971. Dalam IC tersebut sudah terdapat berbagai komponen yang berfungsi sebagai central processing unit, memori, dan kendali input/output. Padahal sebelumnya, IC dibuat untuk mengerjakan suatu tugas tertentu yang spesifik.

Pada tahun 2011 ini, bukan hanya komputer yang memiliki mikroprosesor, tetapi juga berbagai peranti elektronik lain, termasuk televisi dan telepon. Kini, untuk dapat mengakses You Tube, mengirim email, dan menikmati video streaming tak harus menggunakan komputer atau laptop, tetapi bisa melalui televisi seperti Sonny Internet TV. Kita juga dapat menikmati streaming siaran televisi, browsing, atau chatting dengan telepon seluler dengan harga sekitar Rp 1 jutaan.

Teknologi yang dicapai saat ini (2011), mungkin tidak akan dibayangkan oleh kebanyakan orang pada tahun 1970-an. Walaupun pada masa itu, mikrokomputer sudah mulai dijual ke kalangan masyarakat umum.
Penggunaan komputer oleh masyarakat umum, melonjak setelah tahun 1981, ketika IBM memperkenalkan personal computer (PC) untuk penggunaan di rumah, kantor, dan sekolah. Pada saat itu, perusahaan ini mendapat pesanan dua juta unit, dan pada tahun 1982 melonjak menjadi 5,5 unit. Sekitar 10 tahun kemudian, 65 juta PC telah digunakan orang di seluruh dunia.

Komputer juga makin kecil. Setelah sukses dengan dekstop, komputer menjadi mengecil hingga bisa dimasukkan ke dalam tas (laptop) atau digenggam (palmtop). IBM PC juga bersaing dengan Apple Macintosh dalam memperebutkan pasar komputer.

Pada tahun 1980-an Apple Macintosh menjadi terkenal karena memopulerkan sistem grafis dan penggunaan mouse. Sistem grafis Apple tersebut sudah mirip dengan sistem windows yang kita gunakan saat ini. Sedangkan untuk IBM, saat itu publik mengenal bahwa komputer itu bekerja dengan basis teks.
Namun demikian, sistem windows sebenarnya sudah diperkenalkan Microsoft pada tahun 1983. Namun sistem ini baru banyak digunakan oleh publik pada tahun 1985.

Dibandingkan Macintosh, gerakan Microsoft dan IBM ini nampak terlambat. Apalagi karena Machintosh sudah mengenalkan sistem grafis seperti windows pada 22 Januari 1984. Bagi publik, kesan yang muncul adalah Macintosh adalah komputer yang pertama kali menggunakan sistem antarmuka seperti windows.

Saat ini, kebanyakan pengguna komputer di Indonesia lebih mengenal komputer versi IBM dibanding Macintosh. Hal ini bisa dipahami, karena komputer IBM ini bisa lebih murah. Mungkin kita masih ingat, bahwa di Indonesia pernah ada komputer IBM PC/386, IBM PC/486, dan IBM PC/586. Setelah era tersebut, orang mengenal Pentium, Pentium II, Pentium III, Pentium IV, Dual Core, Core2Duo, i3, dan i5 (Serial dari CPU buatan Intel). Juga kita mengenal AMD k6, Athlon, dsb. Ini semua masuk dalam golongan komputer generasi keempat.

Komputer-komputer tersebut juga dapat saling dihubungkan menjadi sebuah jaringan di tempat kerja, sekolah, atau unversitas menggunakan sistem Local Area Network (LAN). Melalui kabel telepon, kabel listrik, satelit, atau gelombang radio, komputer-komputer tersebut juga bisa dihubungkan dengan jaringan internasional. Kita mengenal jaringan seperti ini dengan sebutan internet. (Berbagai sumber)

Komentar