Pages

Kamis, Desember 29, 2011

Sebuah Ide Tentang Rumah Mungil




 KETIKA berjalan-jalan di sebuah kompleks perumahan di Kota Semarang, saya melihat sebuah tanah kosong. Nampaknya, lahan tersebut memang belum laku, sehingga dibiarkan begitu saja oleh pengembang.

Segera saja imajinasi ku berkembang. Sesampai di rumah, segera kubuka laptop dan mulai berimajinasi. Saya mulai membayangkan, seandainya diminta membangun rumah di tanah itu, inilah kira-kira bentuknya.

Di atas tanah berukuran 9 x 12 meter itu, akan berdiri 3 kamar tidur, satu ruang tamu yang menyambung dengan ruang tengah, kamar mandi, dapur, dan sedikit ruang terbuka di bagian belakang.

Di bagian depan akan saya lengkapi dengan taman, lengkap dengan gemercik air terjun mini. Sehingga, walaupun rumah itu kecil, namun cukup nyaman untuk ditinggali.

Untuk diketahui, ide tersebut saya tuangkan dengan Google SketchUp 08 dan render menggunakan Vray.

Sabtu, Desember 24, 2011

Selamat Natal 2011 dan Tahun Baru 2012

selamat natal.gifnatal google.jpgnatal google03.jpg

SUDAH mengunjungi Google hari ini (24 Desember 2011) ? Sehari sebelum perayaan Natal tahun ini, Google Doodle kembali menyapa umat Kristiani dengan mengucapkan salam Selamat Natal, melalui animasi.

Pada abad serba modern ini, ucapan Selamat Natal, Tahun Baru dan selamat berlibur (happy holidays) bukan hanya disampaikan dalam bentuk kartu ucapan atau jabat tangan, tetapi juga animasi. Kini Natal telah diperingati oleh umat Kristiani di seluruh dunia. Karena itu pula, Blog Aku Pingin Majujuga akan menyampaikan ucapan yang sama, melalui animasi.

Animasi ini merupakan penggabungan dari puluhan gambar. Gambar-gambar tersebut kemudian digabung-gabungkan dengan photoshop dan ditambahi dengan tulisan menggunakan Power Point. File power point tersebut disimpan dalam bentuk format jpg dan digabungkan dengan Blaze Media Convert.

Penggunaan software ini juga pernah saya singgung dalam tulisan saya yang berjudul Menambah Animasi di Blogger. Hasilnya kemudian disimpan dalam format gif animated. (*)

Minggu, Desember 18, 2011

Ancaman dari Waduk Jatibarang


PADA tulisan sebelumnya, saya mengemukakan karaguan tentang manfaat Waduk Jatibarang yang saat ini sedang dibangun Pemerintah di Kota Semarang. Keraguan tersebut, sebenarnya bukan hanya karena waduk tersebut dibangun di sungai yang debitnya hanya terbesar kedua, tetapi juga lokasinya berada di daerah patahan.
Jika dihubungkan dengan kondisi geologi tersebut, waduk tersebut juga menyimpan risiko untuk gagal. Kata “gagal” dalam hal ini bukan sekadar tidak berfungsi, tetapi bisa pula berarti jebol. Kalau itu terjadi, maka bisa dibayangkan lebih dari 20 juta meter kubik air akan menggelontor bagian bawah.
Peristiwa kegagalan atau bendungan jebol sudah berkali-kali terjadi di seluruh dunia. Wikipedia mencatat, beberapa bendungan yang pernah jebol adalah South Fork (1889), St Francis (1928), Vajont (1961), Baldwin Hills (1963), Buffalo Creek Flood (1972), Banqiao and Shimantan (1975), Teton (1976), Kelly Barnes (1977), Lawn Lake (1982), Opuha (1997), dan CamarĂ¡ (2004).
Di Indonesia, peristiwa serupa juga pernah terjadi di Situ Gintung, Ciputat, yang merupakan perbatasan DKI Jakarta dan Banten, Jumat 27 Maret 2009 sekitar pukul 02.00. Situs Berita Kompas melaporkan, peristiwa itu bukan hanya menyebabkan rumah-rumah warga dilanda air bah, tetapi juga menyebabkan 100 orang meninggal.
Belajar dari berbagai peristiwa tersebut, saya juga tidak akan berani mengatakan bahwa Waduk Jatibarang 100 persen aman. Kekhawatiran tersebut dilandasi fakta, bahwa lokasi waduk tersebut berada di dekat patahan geologis.
Adanya patahan tersebut, disampaikan Ketua Program Studi Teknik Geologi Undip Ir Dwiyanto JS MT. (Suara Merdeka, Senin, 11 April 2005). Menurut dia, patahan tersebut memang sudah tidak aktif. Kalaupun ada pergerakan, hal itu bisa diatasi dengan penyuntikan semen ke dalam tanah (grouting). ''Meski ada patahan, struktur batuan di sekitar Kali Kreo cukup kuat. Apalagi pada kedalaman 20 meter terdapat lapisan lempung yang kedap air. Lapisan ini memungkinkan air dalam waduk tidak merembes ke luar,'' kata dia.
Tetapi, apakah patahan tersebut akan selamanya tidak bergerak ? Pertayaan itulah yang seharusnya dijawab, karena fakta menunjukkan bahwa selalu ada kemungkinan dari sesuatu yang semula dianggap tidak mungkin.
Kita tentu belum lupa akan tragedi gempa bumi, 26 Desember 2004, di Samudra Hindia, lepas pantai barat Aceh. Peristiwa pergerekan lempeng bumi tersebut, mengakibatkan gelombang tsunami yang menerjang berbagai negara. Hingga kini, jumlah pasti korban tewas akibat bencana itu tak pernah diketahui pasti. Namun diperkirakan mencapai lebih dari 230.000 orang tewas di 8 negara, yaitu Indonesia, Sri Lanka, India, Bangladesh, Thailand, Maladewa, Malaysia, dan Somalia.
Bukan hanya jumlah korban manusia dan kerusakan yang membuat peristiwa itu sedemikian menakjubkan, tetapi juga kekuatan gempa tersebut. Pada awalnya, Badan Meteorologi dan Geofisika (sekarang bernama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) menetapkan gempa tersebut berkekuatan 9,0 skala magnitude. Namun kemudian United States Geological Survey (USGS-Badan Survey Geologi Amerika Serikat menetapkan) menetapkan getaran gempa tersebut menjadi  9.1 skala magnitude.
Fakta yang menakjubkan dari peristiwa itu adalah, getaran gempa tersebut ternyata bisa mempengaruhi sesar atau patahan yang jaraknya mencapai ribuan kilometer. Seperti diberitakan Science Daily, 10 Desember 2008 silam, gempa di Samudra Hindia tersebut ternyata mempengaruhi sesar / patahan San Andreas di San Fransisco, California, Amerika Serikat. Padahal jarak antara Episentrum gempa Samudra Hindia dengan San Andreas hampir mencapai 9.000 mil atau sekitar 10 ribu km.
Temuan para ahli ini menjadi fakta penting, karena sebelumnya belum pernah diketahui ada gempa yang berjarak hingga 10 ribu km mampu mereaktivasi sesar San Andreas. Apalagi San Andreas dan episentrum gempa Sumatera tidak berada di lempeng yang sama. Getaran gempa itu bahkan melalui tiga lempeng, yakni Eurasia, Filipina, dan Pasifik.
Sebelum gempa Aceh (2002), memang pernah ada gempa lain yang mereaktivasi sesar San Andreas, yakni gempa Denali dengan episentrum di Alaska. Jarak Alaska dengan California sekitar 4.000 kilometer.
Nah... kalau gempa Samudra Hindia mampu mempengaruhi sesar / patahan San Andreas yang berjarak 10 ribu km, bagaimana dengan sesar Kreo di Semarang yang berjarak kurang dari 2.000 km. Jangan lupa pula, bukan hanya gempa Samudra Hindia yang pernah mengguncang Indonesia.
Pada 17 Juli 2006, di Samudra Hindia sebelah selatan Jawa (107°, 19° BT atau 9.334 S, 107.263 E) juga terjadi gempa hebat berkekuatan 7,7 skala magnitude (USGS) dan menyebabkan tsunami yang menerjang Pangandaran Jawa Barat dan Cilacap Jawa Tengah. Jarak episentrum gempa dengan Semarang, hanya berkisar 434 km atau 270 mil.
Kita tentu juga belum lupa ketika 27 Mei 2006 lalu, terjadi gempa di bagian selatan Jawa berkekuatan 6,2 magnitude scale (USGS). Gempa dengan episentrum di 7°5743S 110°2729E / 7.962°S 110.458°E / -7.962; 110.458 tersebut mengakibatkan Yogyakarta dan sebagian Jawa Tengah luluh lantak. Jarak episentrum gempa tersebut dengan Kota Semarang hanya 112 km atau 69 mil.
Jangan lupa, episentrum gempa Aceh, Pangandaran, dan Yogyakarta juga berada pada satu lempeng yang sama dengan sesar Kreo. Dengan fakta-fakta semacam itu, tidak adakah kemungkinan sesar kreo yang semula dikatakan telah mati akan bergerak kembali ? Segala kemungkinan itu tetap ada.
Namun sampai tulisan ini dibuat, penulis belum pernah menerima informasi tentang penyelidikan resmi tentang pengaruh gempa-gempa tersebut pada sesar di Waduk Jatibarang. Apakah pemerintah memang tidak bersedia melakukannya, karena khawatir akan memberikan hasil negatif sehingga pembangunan waduk tersebut terpaksa dihentikan atau setidaknya direncanakan ulang.
Ataukah pemerintah memang tidak peduli, bangunan itu bakal jebol atau tidak. Toh kalau memang akhirnya waduk itu jebol, pemerintah hanya akan mengatakan itu bencana alam dan kemudian memberikan bantuan, sembari menyatakan keprihatinan demi pencitraan.
Rakyat yang selama ini menerima dampak dari berbagai proyek mengatasnamakan pembangunan, memang cenderung tidak berdaya. Namun dengan tulisan ini, setidak-tidaknya mereka (rakyat) memperoleh peringatan itu, sehingga tidak selalu dibodohi dan dibohongi orang-orang yang memiliki kekuasaan dan modal. (*)

Jumat, Desember 16, 2011

Masihkah Banjir Bandang Ancam Semarang


rep: Suara Merdeka
BENCANA banjir telah melanda berbagai daerah di Indonesia. Bukan hanya merendam permukiman dan menghambat aktivitas warga, bencana ini juga mengancam jiwa manusia. Seperti banjir bandang di Pati dan Grobogan, Sabtu 3 Desember 2011, tercatat tiga orang tewas.
Korban tewas di Pati, adalah Rebo 75, warga Desa Prawoto dan Jasmi, 80, warga Desa Wegil, keduanya masuk wilayah Kecamatan Sukolilo.
Pati,korban tewas adalah Rebo, 75, warga Desa Prawoto,Kecamatan Sukolilo. Rebo tewas akibat terseret banjir, sedangkan Jasmi akibat tertimpa rumahnya yang ambruk.
Banjir bandang dengan jumlah korban lebih banyak, pernah terjadi tahun 26 Januari 1990 di Kota Semarang. Sebelumnya, selama beberapa hari hujan mengguyur Kota Semarang dan sekitarnya. Dan dini hari itu, di saat warga masih terlelap dan para buruh pabrik di Panjangan menekuni pekerjaan mereka, tiba-tiba air bah datang menerjang.
Air yang mengalir deras, bukan hanya membawa lumpur tetapi juga batu, potongan kayu, dan berbagai material lain. Permukaan air meninggi dengan cepat, hingga mencapai atap rumah. Listrik yang tiba-tiba padam, membuat suasana makin mencekam.
Jerit tangis dan lolongan orang minta tolong terdengar di mana-mana. Ada teriakan yang semula terdengar jelas, namun kemudian perlahan-lahan menjauh di susul teriakan lain. Dibanding kekuatan alam itu, manusia seakan-akan tak berarti. Jangankan harta benda, nyawa pun banyak yang tak terselamatkan. Jumlah korban kala itu hampir 100 orang dan masuk bencana berskala nasional.
Keesokan harinya ketika saya datang, yang tersisa hanya kepiluan. Tak banyak lagi suara tangis yang terdengar. Namun banyak korban selamat, saat itu sudah tak lagi bisa berkata-kata. Bukan karena suara telah habis, tetapi akibat duka mendalam yang sungguh berat untuk mereka tanggung.
Saya bukanlah saksi mata untuk peristiwa itu. Tetapi dari berbagai kisah yang dituturkan oleh para korban, saya bisa merasakan kedukaan yang amat mendalam. Dalam tiga hari ketika memberikan pertolongan kepada mereka (dalam kapasitas saya sebagai relawan Palang Merah Indonesia), saya juga selalu menangkap kedukaan itu. Sungguh sebuah kenangan pahit, yang tidak akan pernah terlupakan, bahkan hingga kini.
Kenangan itu pula yang membuat saya terus berusaha mempelajari, mengapa peristiwa alam tersebut bisa terjadi. Dari berbagai literatur dan buku yang ditulis oleh para ahli hidrologi, tahulah saya bahwa ada dua penyebab utama banjir bandang di Semarang tersebut.
Faktor pertama, adalah hujan lebat yang mengguyur dalam beberapa hari dan mengakibatkan debit air meningkat. Peningkatan debit air tersebut juga akibat perubahan tata guna lahan di daerah hulu, yakni lereng Gunung Ungaran, baik di wilayah Kabupaten Semarang maupun bagian selatan Kota Semarang (termasuk Gunung Pati).
Walau penyebab banjir tersebut sudah diketahui, namun dari tahun ke tahun tak nampak ada perbaikan kondisi secara signifikan. Perubahan tata guna lahan di daerah hulu, bukannya berhenti, tetapi justru terus melaju. Lahan-lahan yang semula hijau karena digunakan untuk perkebunan, hutan, dan sawah secara berangsung-angsur beralih menjadi permukiman dan industri.
Seandainya, perbaikan dengan melakukan penghijauan dilaksanakan pun, ancaman banjir bandang tak serta merta hilang karena tetumbuhan yang ditanam, tentu membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk tumbuh. Apalagi kalau tetumbuhan yang ada, justru dibabat demi alasan ekonomi.
Pemerintah, tahun 2011 ini memang sedang membangun Waduk Jatibarang di Kecamatan Gunungpati. Alasan pemerintah, waduk tersebut bisa mencegah banjir bandang, seperti yang terjadi tahun 1990 lalu.
Benarkah demikian ? Saya menjadi skeptis dengan alasan tersebut. Bahkan tersirat dugaan, bahwa alasan tersebut hanya dijadikan pembenar agar proyek senilai Rp 1,6 triliun tersebut bisa terealisasi.
Keraguan tersebut muncul, karena dalam salah satu bagian situs Pemerintah Kota Semarang disebutkan bahwa Kali Garang mempunyai debit 53,0 % dari debit total, kali Kreo 34,7 %, dan Kali Kripik 12,3 %. Sebanyak 100 % debit tersebut masuk ke Banjirkanal Barat yang bermuara di laut Jawa.
Dari keterangan tersebut, terlihat bahwa Kali Garang memiliki debit paling besar, sedangkan Kali Kreo menempati urutan kedua. Jika waduk dibangun di Kali Kreo, maka hanya debit air di sungai itulah yang bisa dikendalikan, namun tidak dengan Kali Garang dan Kali Kripik. Hal itu berarti ancaman banjir bandang di Panjangan dan sekitarnya masih tetap ada. (Purwoko)

Selasa, Desember 13, 2011

Ayo Tukar Link


KETIKA menjelajah, saya menemukan sebuah blog yang menampilkan berbagai trik menarik, yaitu Dunia Blogger. Salah satu tulisan di blog itu adalah membuat halaman khusus untuk backlink. Trik ini menarik, karena untuk meningkatkan trafik, memang harus memiliki banyak backlink.
Asumsinya, semakin banyak link ke blog kita, semakin bagus rangking blog kita di Google. Cara membuat halaman seperti itu ternyata mudah, yakni menempatkan beberapa script, antara lain seperti berikut ini.

<textarea rows="6" cols="15" name="code"> <a href="http://dunia-blogger.blogspot.com" target="_blank"><img border="0" alt="Photobucket" src="http://i261.photobucket.com/albums/ii65/adephotobucket/banner.png"/></a> </textarea>

Nah untuk keterangan selengkapnya, silakan klik ke Dunia Blogger atau http://dunia-blogger.blogspot.com/2008/07/membuat-kode-tukeran-link.html.

Tampil Keren dengan Template Novinture


KETIKA menjelajah di dunia maya, saya menemukan sebuah blog bernama Novinture dengan tampilan cukup keren. Saya sebut keren, karena kombinasi warnaya cukup serasi. Selain itu di bagian atas terdapat slideshow berukuran besar. Tampilan demikian mirip majalah, dengan foto utama yang dinamis.
Tampilan dengan pola hampir mirip, juga digunakan Yahoo. Berbagai keunggulan dalam bidang tampilan yang dimiliki blog ini, antara lain Link Navigasi Atas, Slideshow Dinamis, Tombol Retweet, tombol Facebook Share, Footer 4 kolom, Email Langganan, Kotak Pencarian, Komentar dengan avatar, Fitur Paling Dicari, Thumbnail Otomatis pada homepage, posting ringkas, dan baner iklan pada header.
Untuk mendapatkan scrip blog ini, bisa didownload di sini. Atau kita bisa melihat versi demo di sini. Kita tidak harus memasang script tersebut mentah-mentah, tetapi bisa melakukan modifikasi seperlunya. Atau, kita bisa mengubah tampilan blog kita, hanya dengan mengambil sebagian script Novinture. Ok selamat mencoba dan berekplorasi. Salam...(*)

Senin, Desember 12, 2011

Selamat Ulang Tahun Robert Noyce


Gambar Chip yang dipasang oleh Google untuk memperingati Robert Noyce
 
ANDA mungkin masih ingat tulisan saya tentang sejarah komputer di blog ini. Dalam tulisan itu, penemuan tentang chip kecil yang bisa berisi jutaan komponen, merupakan sebuah langkah maju dalam dunia elektronika dan komputer.
Keberadaan chip tersebut, tidak bisa lepas dari jasa Robert Noyce, yang hari ini, 12 Desember berulang tahun. Dia pula yang menemukan integrated circuit atau sirkuit terpadu atau sirkuit terpadu monolitik (juga disebut sebagai IC, chip, atau microchip).
Komponen ini merupakan sebuah sirkuit elektronik, di mana di dalamnya terdapat banyak semikonduktor yang saling terkoneksi. Sirkuit tersebut dibungkus dengan silikon padat.
Saat ini chip berperan penting dalam industri elektronik dan komunikasi. Dengan adanya komponen tersebut, peralatan komputer, alat komunikasi, dan elektronika bisa menjadi sangat kecil. Komputer yang pada masa awalnya sebesar setengah lapangan bola, kini hanya sebesar buku dan bisa ditenteng dan dimasukkan ke dalam tas. Bahkan komputer kecil yang menggunakan chip tersebut memiliki fungsi jauh lebih hebat, dibanding komputer generasi pertama yag menggunakan lampu tabung. Karena itu pula, tanpa chip, dinamika kehidupan masyarakat modern saat ini mungkin tidak akan pernah ada.
Robert Noyce menemukan sirkuit terpadu alias microchip bersama Jack Kilby.  Mereka pula tokoh-tokoh yang layak disebut pelopor, dalam industri komputer.
Robert juga bukan hanya seorang peneliti, tetapi juga General Manager Fairchild Semiconductor Corporation (1957). Penemuan itu kemudian juga dipatenkan. (US patent # 2.981.877 Semiconductor Device and Lead Structure, filed July 1959, issued April 1961, assigned to Fairchild Semiconductor))
Robert juga pernah bekerja untuk Intel. Di industri tersebut dia juga menemukan mikroprosesor yang merupakan perkembangan dari chips.

Karir
Setelah lulus dari Massachusetts Institute of Technology pada 1953-1956, dia bekerja seorang engineer (perencana / perekayasa) penelitian di Philco Corporation di Philadelphia, Pennsylvania. Dia kemudian bergabung dengan William Shockley di Shockley Semiconductor Laboratory, di Mountain View, California.
Pada 1957 dia meninggalkan pekerjaan tersebut setelah mengalami masalah sehubungan dengan kualitas manajemen. Dia kemudian mendirikan
korporasi Fairchild Semiconductor. Menurut Sherman Fairchild, presentasi bersemangat Noyce dari visinya adalah alasan Fairchild untuk menciptakan divisi semikonduktor.
Pada tahun 1968, Noyce dan Gordon E Moore mendirikan Intel, ketika mereka meninggalkan Fairchild Semiconductor. Arthur Rock, ketua dewan Intel dan investor utama di perusahaan itu kemudian berpandangan, bahwa agar bisa maju, Intel membutuhkan Robert Noyce, Moore, dan
Andrew Grove.
Noyce yang visioner dibutuhkan untuk menginspirasi, Moore dibutuhkan dalam keahliannya sebagai virtuoso teknologi, dan Grove dibutuhkan karena dia adalah ilmuwan manajemen.

Biografi  Robert Noyce
Tempat / Tanggal Lahir : Burlington, Iowa / 12 Desember 1927. 
Tempat/ Tanggal Meninggal: di Austin, Texas / 3 Juni 1990.
Julukan : Wali Kota Silicon Valley.
Penghargaan dan Jasa:
1.       BA dari Grinnell College di Lowa, tahun 1949.
2.       Gelar Ph D  dalam elektronik fisik dari Institut 
          Teknologi Massachusetts,  tahun 1953
3.       Peneliti untuk Philco Korporasi sampai tahun 1956
4.       Pembuat transistor di Laboratorium  Shockley
          Semiconductor di Palo Alto, California.
5.       Mendirikan Fairchild Semiconductor Corporation
          tahun 1957
6.       Bekerja dengan Gordon Moore di Intel Corporation
          tahun 1968.
7.       Penerima medali Stuart Ballantine dari Institut
          Franklin untuk pengembangan sirkuit terpadu.
8.       Penerima penghargaan Brunetti Cledo untuk sirkuit
          terpadu tahun 1978.
9.       Penerima Medali Kehormatan IEEE tahun 1978
10.    Anugerah National Medal of Science tahun 1979.
11.    Penerima National Medal of Technology tahun 1987
         dari Presiden Ronald Reagan.
12.   Bersama Jack Kilby, penemu transistor John
        Bardeen, dan beberapa tokoh lain menerima
        “Lifetime Achievement Medal”


Menurut biografi yang dibuat IEEE, dia juga pemegang 16 paten, metode semikonduktor, perangkat dan struktur, aplikasi photoengraving untuk semikonduktor, dan penyebar-persimpangan isolasi untuk IC. Dia juga memegang paten dasar yang berhubungan dengan skema interkoneksi logam.

Catatan: IEEE adalah organisasi internasional, beranggotakan para insinyur, dengan tujuan untuk mengembangan teknologi untuk meningkatkan harkat kemanusiaan. Semula IEEE merupakan singkatan dari Institute of Electrical and Electronics Engineers (Institut Insinyur Listrik dan Elektronik). Namun kini kepanjangan itu tak lagi digunakan sehingga organisasi ini hanya bernama resmi IEEE.  (Sumber: Wikipedia)